Waduh! Virus Corona Bikin Permintaan Minyak Global Turun

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
13 February 2020 19:39
Waduh! Virus Corona Bikin Permintaan Minyak Global Turun
Jakarta, CNBC IndonesiaVirus Corona atau COVID-19 kembali memberikan dampak tidak menyenangkan bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Menurut Badan Energi Internasional (International Energy Agency - IEA), permintaan minyak global akan mengalami penurunan di kuartal pertama setelah satu dekade terakhir. 

Dengan penyakit COVID-19 menyerang ekonomi China, tentu akan berdampak besar pada perputaran ekonomi dan industri dunia. 


"Permintaan minyak global telah terpukul keras oleh coronavirus novel (COVID-19) dan penutupan luas ekonomi China," kata IEA dalam laporan bulanan terbarunya, seperti yang dikutip dari AFP, Kamis (13/2/2020).


Menurut IEA, permintaan minyak kini diperkirakan turun 435.000 barel year-on-year pada kuartal pertama 2020, menjadi kontraksi kuartal pertama dalam lebih dari 10 tahun.

Padahal Rabu (12/2/2020) kemarin, harga minyak mentah mengalami kenaikan, dan semakin menguat. Namun walaupun menguat, tetapi lajunya tidak sebesar seperti sebelum adanya virus corona.

Menurut data yang dihimpun Tim Riset CNBC Indonesia, harga minyak mentah kontrak futures naik lebih dari 1% pada Rabu (12/2/2020). Brent dihargai US$ 55/barel naik 1,85% dan WTI ditransaksikan di level US$ 50,61/barel terangkat 1,34% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin.

Lebih lanjut, dua unit kilang minyak terbesar di China akan menurunkan kapasitas pemrosesan minyaknya hingga 940.000 barel per hari (bpd) akibat menurunnya tingkat konsumsi. Jumlah tersebut setara dengan 7% kapasitas pemrosesan pada 2019.

Agensi informasi energi AS (EIA) pada Selasa (12/2/2020) juga memangkas perkiraan permintaan minyak sebesar 310.000 bpd akibat merebaknya virus corona. Dari sisi suplai, organisasi pengekspor minyak dan aliansinya yang tergabung dalam OPEC+ diberi rekomendasi oleh penasihatnya (JTC) untuk meningkatkan pemangkasan produksi minyak sebanyak 600.000 bpd.

Hingga saat ini, sudah ada 60,348 kasus virus corona yang dikonfirmasi, dengan 59,822 kasus di Mainland China, 51 kasus di Hong Kong, 50 kasus di Singapura, 33 kasus di Thailand, 28 di Korea Selatan, 28 kasus di Jepang, dan 18 kasus di Malaysia.

Menurut riset S&P Global, wabah virus corona ini diperkirakan akan berakhir pada April 2020. Beberapa analis lain memperkirakan skenario terburuknya virus ini akan berakhir pada bulan Mei.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading