Rumor Northstar Keluar dari DOID, Ini Kata Patrick Walujo

Market - Shalini, CNBC Indonesia
30 January 2020 13:38
Rencana Northstar Group keluar dari PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) kembali mencuat.
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana Northstar Group keluar dari PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) kembali mencuat. Co-Founder, Managing Partner & Member of The Investment Committee Patrick Walujo kembali mengungkapkan hal tersebut saat ditanya awak media.

"Kapan exit? Itu kan public company, perusahaan Tbk (terbuka). Nanti saya ditangkap OJK loh. Pada intinya dari semua perusahaan (tempat investasi) kita harus exit. Tapi kalau detil-nya saya tidak bisa share," kata Patrick di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Awal tahun lalu, sempat beredar kabar Northstar akan menjual kepemilikan saham Delta Dunia Makmur kepada China Investment Corporation (CIC). Northstar menguasai 37,9% saham DOID melalui Northstar Tambang Persada Ltd (NTP)

CIC sebenarnya telah bergabung dalam konsorsium investor untuk memiliki saham Northstar Tambang Persada Ltd (NTP) pada akhir 2010, di mana NTP ini kemudian menjadi pemilik 40% saham di Delta Dunia Makmur.


Masuknya CIC dalam konsorsium investor Northstar Tambang Persada, berstatus tanpa hak suara (non-voting share). Sebelumnya sudah terdapat beberapa investor afiliasi atau perusahaan investasi non-voting interest, yaitu TPG Capital dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC).

Jadi pemegang saham NTP terdiri dari Northstar Equity Partners, TPG, GIC dan CIC. Northstar Equity Partners tetap memegang hak suara dan pengendalian atas Northstar Tambang Persada.

Namun belakangan, menurut sumber tersebut, dengan alasan merugi, Northstar berencana akan menjual kepemilikan saham tersebut kepada CIC seluruhnya.

Pada akhir 2010 harga saham DOID tercatat pada level Rp 1.585/saham dan pada penutupan sesi I hari ini, harga saham DOID berada pada level harga Rp 236/saham.

Artinya dalam periode tersebut harga saham DOID sudah terkoreksi 85,11%. Kabar rencana pelepasan ini sebenarnya sudah terdengar sejak awal 2018, tetapi tak kunjung terealisasi.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading