Lagi-lagi, Virus Corona Bikin Yen Jadi Perkasa

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
23 January 2020 09:38
Lagi-lagi, Virus Corona Bikin Yen Jadi Perkasa
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar yen menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (23/1/2020) akibat kecemasan pelaku pasar akan penyebaran virus Corona.

Pada pukul 9:22 WIB, yen diperdagangkan di level 109,65/US$, menguat 0,16% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Virus corona merupakan keluarga besar virus yang biasanya menginfeksi hewan, namun lambat laun dapat berevolusi dan menyebar ke manusia. Gejala pertama yang akan terlihat pada manusia yang terinfeksi virus tersebut yaitu demam, batuk dan sesak napas, yang dapat berkembang menjadi pneumonia.


Virus tersebut pertama kali muncul di China dan telah menyebar ke negara-negara lain seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Thailand, hingga AS. Semuanya melibatkan turis China asal Wuhan.

Jumlah korban meningggal akibat virus Corona kini mencapai 17 orang, dan 540 orang telah terjangkit, sebagaimana dilansir CNBC International.



Meluasnya infeksi virus Corona hingga ke negara-negara lain berpotensi membuat World Health Organziation (WHO) mendeklarasikan darurat kesehatan publik internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Sebagai catatan, PHEIC merupakan deklarasi formal dari WHO terkait kejadian luar biasa yang ditetapkan sebagai risiko kesehatan bagi masyarakat negara lain dan berpotensi memerlukan respons internasional yang terkoordinasi untuk menanggulanginya.

Penyebaran virus Corona kembali membuat sentimen pelaku pasar memburuk, yang tercermin dari melemahnya bursa utama Asia hari ini.



Yen menjadi pilihan investasi karena merupakan aset aman (safe haven), yang menjadi target investasi ketika sentimen pelaku pasar sedang memburuk dan menghindari aset-aset berisko dengan imbal hasil tinggi. Sementara sebaliknya, ketika sentimen pelaku pasar kembali membaik, yen menjadi tidak menarik.

Dolar juga merupakan aset safe haven, tetapi saat berhadapan dengan yen status tersebut lebih melekat kuat pada mata uang Jepang tersebut. Hal tersebut terjadi karena Jepang memiliki suplus current account yang besar sehingga memberikan jaminan stabilitas bagi mata uangnya.

Selain itu Negeri Matahari Terbit merupakan negara kreditur terbesar di dunia. Berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang yang dikutip CNBC International, jumlah aset asing yang dimiliki pemerintah, swasta, dan individual Jepang mencapai US$ 3,1 triliun di tahun 2018. Status tersebut mampu dipertahankan dalam 28 tahun berturut-turut.

Saat terjadi gejolak di pasar finansial seperti saat ini, para investor asal Jepang akan merepatriasi dananya di luar negeri, sehingga arus modal kembali masuk ke Negeri Matahari Terbit tersebut, dan yen menjadi menguat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]




(pap/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading