Neraca Dagang 2019 Masih Berdarah-darah

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 January 2020 12:29
Ekspor-impor Indonesia memang masih 'berdarah-darah' sepanjang 2019. Namun terlihat ada perbaikan.
Namun, ada harapan badai telah berlalu. Setelah melewati 2019 yang penuh derita, mulai terlihat ada pelangi pada 2020.

Hari ini, AS-China dijadwalkan meneken perjanjian damai dagang Fase I di Gedung Putih. Dokumen setebal 86 halaman itu akan ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China Liu He.


"Kami akan merilis dokumen dan masyarakat bisa melihat bahwa resolusi perselisihan dijabarkan dengan detail. Ini adalah perjanjian yang bisa ditegakkan," kata Steven Mnuchin, Menteri Keuangan AS, sebagaimana diwartakan Reuters.


Bahkan Washington sudah mewacanakan penurunan atau malah penghapusan bea masuk yang diterapkan selama masa perang dagang. Ini kemungkinan akan tertuang dalam perjanjian Fase II.

"Kalau Bapak Presiden ingin (kesepakatan) Fase II segera mulai dibahas, maka beliau baru akan mempertimbangkan untuk mencabut bea masuk," kata Mnuchin.


Perang dagang AS-China akhirnya akan berakhir. Perang dagang yang membuat ekonomi dunia nyaris lumpuh, bahkan menyeret sejumlah negara ke jurang resesi itu akan segera selesai.

"Dengan perjanjian dagang, itu yang ditunggu-tunggu, semoga (AS-China) betul-betul akur. Tentu akan memperbaiki irama perdagangan secara global," kata Suhariyanto.

Jadi, ke depan sepertinya kinerja perdagangan dunia akan membaik. Kalau itu terjadi, maka Indonesia tentu akan ikut merasakannya.



TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading