Internasional

Ini Kabar Terbaru dari AS soal Deal Dagang dengan China

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
15 January 2020 12:02
Ini Kabar Terbaru dari AS soal Deal Dagang dengan China
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengatakan akan merilis dokumen kesepakatan dagang Fase I antara AS-China pada Rabu waktu setempat (15/1/2020).

Ia mengatakan dokumen itu akan menepis keraguan yang ditunjukkan banyak orang mengenai kepastian China untuk menepati janji-janjinya. Termasuk janji untuk tidak memanipulasi mata uangnya.


"Besok (15 Januari), kami akan merilis dokumen dan orang-orang akan dapat melihat ada proses penyelesaian sengketa yang sangat rinci," kata Mnuchin kepada Fox Business Network, Selasa (14/1/2020).


"Ini adalah perjanjian yang dapat ditegakkan seperti yang didiktekan oleh presiden (Donald Trump)."

Trump dijadwalkan untuk menandatangani perjanjian perdagangan Fase I dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Gedung Putih pada Rabu ini pukul 11:30 pagi waktu setempat.

Lebih lanjut, Mnuchin menepis kembali berita miring yang menyatakan bahwa dua ekonomi terbesar dunia itu telah menyelesaikan perjanjian lain di luar kesepakatan perdagangan Fase I.

Ia juga menepis kabar bahwa AS-China telah sepakat untuk mengurangi tarif yang diterapkan pada barang-barang China dalam kesepakatan dagang Fase I, dan menjelaskan bahwa tarif akan tetap ada sampai kesepakatan Fase II terselesaikan.

"Tidak ada perjanjian sampingan. Satu-satunya cara presiden akan mengurangi tarif adalah jika ada bagian Fase 2 dari perjanjian yang juga sepenuhnya dapat ditegakkan," katanya.


Reuters melaporkan, pernyataan Mnuchin itu direkam di kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) Robert Lighthizer, bertepatan dengan saat para pejabat AS-China mengadakan pertemuan.

Pertemuan itu berlangsung lebih lama dari yang seharusnya. Sehingga menimbulkan pertanyaan apakah akan ada perubahan dalam menit-menit terakhir.

Sebelumnya pada Senin, Lighthizer mengakui terjemahan teks kesepakatan dagang Fase I belum lengkap. Tapi kemudian mengatakan dokumen itu hampir selesai dan akan dirilis sebelum penandatanganan.

Namun begitu, Harry Broadman, mitra di Berkeley Research Group dan mantan pejabat senior USTR, mengatakan merupakan suatu hal yang mengejutkan bahwa perlu waktu lebih dari sebulan untuk menerjemahkan perjanjian itu ke dalam bahasa China.

"Butuh waktu lama untuk menerjemahkan 86 halaman, dan ini sangat penting," kata Broadman.

Broadman juga mengatakan bukanlah hal lazim untuk menunda merilis teks sampai setelah upacara penandatanganan. Juga, aneh bahwa terjemahannya diselesaikan dalam proses yang berlarut-larut dan begitu lama.

Lebih parah lagi, salah satu sumber industri yang memberikan pengarahan pada negosiasi mengatakan masih ada kemungkinan teks lengkap dari perjanjian perdagangan tidak akan dirilis pada hari Rabu seperti yang diharapkan.

"Ada tanda-tanda bahwa teks lengkap perjanjian tidak akan dirilis karena ada kekhawatiran bahwa China tidak dalam posisi untuk memenuhi semua komitmen tertentu," kata sumber itu.


[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading