Terpopuler Juni 2019

Hary Tanoe Beli Aset Trump, Apa Kabar Bakrie Telecom?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 January 2020 11:44
Hary Tanoe Beli Aset Trump, Apa Kabar Bakrie Telecom?

Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir semester pertama 2019 menjadi salah satu titik acuan kebangkitan sektor properti yang mulai tertekan di tahun lalu. Selain itu, kabar mengenai taipan Indonesia yang membeli properti dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga terjadi di tahun 2019.

Selain itu, di bulan yang sama Indonesia juga mendapatkan predikat utang yang baru dari lembaga pemeringkat internasional, S&P.

Dari sekian banyak peristiwa di market yang terjadi sepanjang tahun ini, CNBC Indonesia merangkum kembali berita-berita terpopuler selama 2019, dimulai dari peristiwa market yang terjadi di pasar sepanjang Juni 2019.



1. Ternyata Hary Tanoe Benar Beli Rumah Donald Trump!
Pembelian properti milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump nyatanya benar dilakukan oleh konglomerat media Hary Tanoesoedibjo. Properti yang dimaksud adalah mansion di Beverly Hills, California, Los Angeles, AS.

Special Assistant untuk Hary Tanoe, Veranika Gunawan, menyebutkan pembelian ini memang benar telah dilakukan namun bukan melalui MNC Group melainkan melalui perusahaan pribadi Hary Tanoe, Hillcrest Asia Limited.


Hary Tanoe Beli Aset Trump, Apa Kabar Bakrie Telecom?Foto: Wakil Presiden Eksekutif Organisasi Trump, Donald J. Trump Jr., dan Ketua MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, saat konferensi pers setelah pra-peluncuran Trump Residences di Jakarta, Indonesia, 13 Agustus 2019. REUTERS / Willy Kurniawan


2. Wow! BRI Raup Untung Rp 91 M/Hari, Kalahkan 9 Big Cap Lainnya
Hampir sebagian besar perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal I 2019 sudah melaporkan kinerja keuangan. Dari 10 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar saham terbesar di BEI, PT Bank Rakyat Indonesiat Tbk (BBRI) tercatat membukukan laba paling tinggi sebesar Rp 8,16 triliun.

Namun kinerja laba BRI yang apik tersebut, tak membuat nilai kapitalisasi sahamnya menjadi yang tertinggi. Untuk urusan nilai kapitalisasi saham, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) jadi rajanya dengan nilai Rp 718 triliun.



3. Utang Menggunung Rp 16 T, Kok Bakrie Telecom Belum Pailit?
Salah satu anak usaha Grup Bakrie, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) patut dipertanyakan status kelangsungan bisnisnya (going-concern). Pasalnya perlahan tapi pasti, tingkat utang perusahaan merangkak naik dan kurang dari satu dekade sudah tumbuh lebih dari dua kali lipat.

Total utang perusahaan yang di tahun 2009 hanya sebesar Rp 6,39 triliun, di akhir tahun lalu melesat menjadi Rp 16,13 triliun. Terlebih lagi, sebagian besar (Rp 10,1 triliun) berasal dari utang jangka pendek yang harus dilunasi dalam jangka waktu satu tahun.


4. Tiba-tiba Direktur Keuangan Danamon Mundur, Ada Apa?
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon/BDNM) menyampaikan pemberitahuan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pengunduran diri anggota Direksi. Adalah Satinder Pal Singh Ahluwalia yang mundur dari Direktur Danamon. Satinder merupakan Direktur Finance & Micro Banking.

"Bersama ini kami sampaikan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Satinder Pal Singh Ahluwalia dari jabatannya selaku Direktur Perseroan," jelas Sekretaris Perusahaan Danamon, Rita Mirasari dalam surat tersebut seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (25/6/2019).


5. Huawei Kena Sanksi, Begini Nasib Pengguna Telkomsel
Operator selular terbesar tanah air, Telkomsel menyampaikan masih tetap menjalin kemitraan dengan semua vendor yang menjadi mitra bisnis, termasuk Huawei.

Hingga saat ini belum ada keputusan dari Telkomsel terkait masa depan kerjasama dengan Huawei meskipun perusahaan teknologi asal China ini kena sanksi pembatasan oleh Amerika Serikat (AS).

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading