Roundup

Chandra Asri Rights Issue Jumbo, Glencore Caplok Cita Mineral

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 December 2019 08:11
Akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penguatan 0,55% ke level 6.284,37 poin.

Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penguatan 0,55% ke level 6.284,37 poin.

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga melaju di zona hijau: indeks Hang Seng naik 0,25%, indeks Straits Times menguat 0,18%, dan indeks Kospi bertambah 0,35%.

Terdapat beberapa aksi emiten akhir pekan lalu yang layak disimak untuk dijadikan pertimbangan dalam berinvestasi, pada Senin ini (23/12/2019).


1. Rampung Lego Menara, Indosat Kantongi Rp 6,39 T
PT Indosat Tbk. (ISAT) akhirnya menyelesaikan penjualan seluruh menaranya jelang akhir tahun ini. Perusahaan resmi menyelesaikan penjualan 2.100 menara telekomunikasi kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) pada Jumat ini (20/12/2019).

President Director & CEO Indosat Ahmad Al-Neama mengatakan dengan resmi terjualnya menara telekomunikasi kepada Mitratel, maka 3.100 menara milik perusahaan sudah selesai terjual.

2. Baru Dicaplok Bangkok Bank, Rating Bank Permata kok Negatif?
Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia memberikan Rating Watch Negative (RWN) kepada PT Bank Permata Tbk. (BNLI) meski peringkat jangka panjangnya masih ditetapkan di level AAA dan Peringkat Nasional Jangka Pendek 'F1 + (idn)'.

Lembaga ini menyebutkan pemberian rating kredit negatif ini menyusul pengumuman dari Bangkok Bank Public Company Limited (BBL) yang menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat (conditional share purchase agreements/CSPA) dengan Standard Chartered Bank (stanchart) dan PT Astra International Tbk. (ASII) untuk kepemilikan saham sebesar 89,1%.

3. Wow! Chandra Asri Milik Prajogo Rights Issue 7 Miliar Saham
Emiten petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berencana menerbitkan maksimal 7,16 miliar saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) III atau rights issue dengan nilai nominal Rp 200/saham.

Hingga saat ini belum ditetapkan harga pelaksanaan rights issue ini. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pada penutupan perdagangan Jumat ini (20/12/2019), saham TPIA menguat 5,25% di level Rp 10.525/saham, sementara saham induknya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga naik 2,39% di level Rp 1.500/saham.



4. Resmi! Glencore Caplok 18% Saham Cita Mineral Rp 1,2 T
Transaksi saham perusahaan penambang bauksit PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) dalam jumlah raksasa senilai Rp 1,25 triliun pada 18 Desember lalu resmi dilakukan oleh pemegang saham mayoritas PT Harita Jayaraya kepada investor baru, Glencore International Investment.

"Pada 18 Desember 2019, Harita Jayaraya sebagai pemegang saham pengendali perseroan menyelesaikan penjualan 606.732.282 saham perseroan, mewakili 18% dari seluruh saham ditempatkan perseroan kepada Glencore," kata Harry Kusuma Tanoto, Direktur Utama CITA, dalam keterbukaan informasi di BEI, Jumat (20/12/2019).

5. Wow! Saham FREN Diborong Investor Asing Rp 2,46 T
Saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) ditransaksikan pada nilai jumbo senilai Rp 2,46 triliun di pasar negosiasi pagi ini.

Data perdagangan bursa menunjukkan transaksi 18,96 miliar saham sayap komunikasi Grup Sinar Mas tersebut ditransaksikan dalam 20 transaksi berbeda. Transaksi terjadi di harga yang sama yaitu Rp 130/unit saham pada periode waktu 10.24-10.33 saja, atau berarti ditransaksikan hanya dalam waktu 9 menit saja.

6. Saham Perdana Unicharm Meroket 20%, Asing Lepas Rp 25 M
Perusahaan yang memproduksi beragam popok dan pembalut wanita, PT Unicharm Indonesia Tbk (UCID) mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia hari ini, Jumat, 20 Desember melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Unicharm menjadi perusahaan tercatat ke 54 yang tercatat sepanjang tahun 2019 dengan kode saham UCID dan menjadi emiten ke 667 di BEI.

7. Grup MNC Ambilalih 3 Obligasi Gagal Bayar TPS Food
Emiten Grup MNC, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) mengambilalih porsi portofolio surat utang gagal bayar (default) yang dimiliki PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau TPS Food yakni Obligasi TPS Food 1 Tahun 2013, Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 dan Sukuk Ijarah TPS Food II Tahun 2016.

Direktur Utama BCAP Wito Mailoa mengatakan langkah cepat tersebut dilakukan sebagai komitmen menjaga reputasi dan kepercayaan konsumen anak usaha Perseroan, PT MNC Asset Management (MAM).

8. Ditargetkan Tumbuh 15%, BRI Genjot Kredit UMKM di 2020
Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Haru Koesmahargyo mengatakan tetap fokus pada sektor mikro pada 2020.

Bahkan kredit mikro ditargetkan mencapai pertumbuhan 15% tahun depan, lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya. Hingga kuartal III-2019, BRI telah menyalurkan kredit mikro senilai Rp 701 triliun, atau 77,60% dari total kredit.

"Porsi mikro diperkirakan lebih banyak, dan tumbuh 15%," kata Haru, Jumat (20/12/2019).


[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading