Jadi Kapan Waskita Toll Road Siap IPO di Bursa?

Market - Sandi Ferry, CNBC Indonesia
18 December 2019 14:37
Manajemen PT Waskita Toll Road (WTR) mengungkapkan perseroan berencana melepas saham di Bursa Efek Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Waskita Toll Road (WTR), anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT), mengungkapkan perseroan berencana melepas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dalam 3-4 tahun mendatang.

Direktur Utama WTR Herwidiakto mengatakan r
encana IPO tersebut sebagai langkah strategi yang diyakini bisa memberi banyak manfaat bagi pendanaan perusahaan ke depan.

Saat ini perseroan sudah memiliki saham di 18 ruas jalan tol. Namun, dua diantaranya sudah didivestasi atau dilepas ke investor asal Hong Hong yakni Kings Key Limited. Ruas tol yang dilepas yakni tol Solo-Ngawi yang dioperasikan PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) dan ruas Tol Ngawi-Kertosono- Kediri yang dikelola PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK).


Kingsley Key Limited adalah anak perusahaan Road King Expressway International Holdings Limited, berdomisili di Hong Kong yang berpengalaman sebagai investor jalan tol lebih dari 20 tahun di China.

Tidak berhenti di sini, empat ruas tol juga akan didivestasikan pada 2020 mendatang. Adapun sisa 12 ruas tol lain masih akan dioperasikan di bawah kendali perseroan.

"Kita keep sesuai amanah pemegang saham. Kita kelola sebagai operator. Nanti kita bisa IPO-kan. Kalo kita jual semua [ruas tol], mau IPO [dengan aset] yang mana. Punya tujuan itu, entah 3 atau 4 tahun yang akan datang," ungkap Herwidiakto di Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Rabu (18/12/2019).


Jika nanti berhasil IPO, langkah ini mengikuti anak perusahaan WSKT lainnya yakni PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yang IPO pada 20 September 2016. Sebelumnya, manajemen Waskita juga mensinyalkan anak usaha lainnya yakni PT Waskita Karya Realty juga akan masuk bursa.

Saat IPO ketika itu, WSBP yang punya bisnis beton cetak ini melepas sebanyak-banyaknya 10,54 miliar saham baru dengan harga perdana Rp 490/saham dan meraih dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Dana raihan IPO itu merupakan yang terbesar pada tahun itu.

Dengan IPO, diharapkan akan membantu mengurangi beban utang perusahaan termasuk utang induk yang menggunung.

Hingga semester I-2019, laporan keuangan Waskita mencatat total nilai liabilitas atau kewajiban Waskita Karya mencapai Rp 103,72 triliun, terdiri dari kewajiban jangka pendek Rp 56,61 triliun dan kewajiban jangka panjang Rp 47,1 triliun.

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan total utang perusahaan sejak 2015-2018 memang menggunung lantaran perusahaan banyak menggarap proyek-proyek yang bersifat turnkey yang pembayarannya diterima setelah proyek selesai.

Tiingginya tingkat utang disebabkan karena kebutuhan dana untuk menalangi pengerjaan proyek terlebih dahulu, sehingga tingkat utang ini akan segera turun setelah perusahaan menerima pembayaran dari owner proyek.

"Pekerjaan dengan skema turnkey, Waskita akan menerima pembayaran dari owner setelah pekerjaan selesai, tentu saja Waskita membutuhkan pembiayaan dari kreditor baik perbankan maupun pasar modal melalui instrumen capital market," kata Haris kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/7/2019).

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading