Mangkrak 3 Tahun, Tumpang-tindih Lahan Lotte-Krakatau Beres!

Market - Efrem Limsan Siregar, CNBC Indonesia
13 December 2019 15:57
Kepala BKPM menegaskan persoalan tumpang tindih lahan di pabrik kimia Lotte selesai.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan persoalan tumpang tindih lahan di pabrik kimia PT Lotte Chemical Indonesia sudah selesai. Pabrik Lotte tersebut berdiri di lahan emiten BUMN baja yakni PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Penyelesaian persoalan investasi tersebut dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KRAS, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, dan Lotte yang disaksikan oleh BKPM pada Jumat ini (13/12/2019).

"Persoalan ini sudah mangkrak hampir tiga tahun. Persoalannya adalah tanah dan beberapa perizinan. Ketika kami masuk [BKPM], 14 hari pekerjaan kami [adalah] bagaimana menyelesaikan persoalan tanah ini," kata Bahlil dalam acara tersebut di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Foto: Konferensi pers MoU PT Lotte Chemical dan PT Krakatau Steel (CNBC Indonesia/Efrem Siregar)



"Lotte mendirikan industrinya di atas HPL [Hak Pengelolaan Lahan] Krakatau Steel dan sudah terselesaikan sebelum Pak Presiden [Jokowi] mengikuti KTT 22 [KTT ASEAN-RoK di Korea Selata 22 November] di Busan, Korea. Hari ini penandatangan MoU yang menjadi kesepakatan penyelesaian masalah Lotte dan KS. Ini adalah akhir cerita, tidak merugikan dan investor. Win-win semua," tegas Bahlil.


Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama KRAS Silmy Karim mengatakan BKPM bisa melakukan dengan cepat dan sesuai dengan koridor perundangan-undangan, sehingga investasi tidak lagi menjadi hal menakutkan bagi investor.

"Saya berharap juga ini bisa menjadi semacam upaya yang terus menerus dilakukan pemerintah sehingga Indonesia, BUMN-BUMN bisa berinvestasi dengan baik di Indonesia," kata Silmy.

"Atas inisiatif pemerintah dalam hal ini Kepala BKPM telah melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga KS-Lotte juga negara mencapai satu kesepakatan yang win-win."

"Semuanya baik. Saya berterimakasih kepada Kepala BKPM, Kejaksaan Agung, pihak-pihak yang membantu menyelesaikan masalah ini. Kemenerian ATR [Agraria dan Tata Ruang], Kementeian Kemaritiman dan pihak-pihak lain dalam penyelesaian masalah ini termasuk Pak Budi Karya [Menhub]," katanya.

Potensi investasi
Lebih lanjut Bahlil menegaskan ketika dirinya masuk di BKPM, ada Rp 708 triliun potensi investasi eksisting yang belum terealisasi. Salah satunya adalah persoalan Lotte yang berinvestasi US$ 4,2 miliar atau setara dengan Rp 59 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

"Saya kan sudah bilang dari awal bahwa ke depan metodologi proporsi BKPM diubah. Dari cara kita BKPM yang ngomong, kemudian kita ubah kepada perusahaan atau investor yang merasakan dampak positif dari perubahan pelayanan BKPM," jelasnya.

"Kalau kita yang ngomong nanti dianggap jual kecap kurs. Kalau kita melajukan yang nyata kemudian berdampak positif bagi investor itu jauh lebih baik. Kami juga bekerjasama dengan Jaksa Agung dalam rangka proses penyelesaian investasi baik dari sisi tanah, perizinan, maupun hubungan antarkelembagaan kami sudah bekerjasama dengan Kejaksaan Agung."

Realisasi investasi Lotte dengan nilai 'babon' tersebut, kata Bahlil, akan direalisasikan terlebih dahulu pada 1 Januari tahun depan yakni US$ 820 juta atau Rp 11,48 triliun. "[Itu] US$ hampir 10 triliun rupiah lebih. Tahun 2023 mereka produksi," tegas mantan Ketua Umum Hipmi ini.

"Bayangkan kalau ada industri bisa menghasilkan produk substitusi impor itu bisa memperbaiki neraca perdagangan."

Simak MoU Krakatau dan Lotte

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading