Polling CNBC Indonesia

Konsensus: Neraca Dagang November Diramal Minus US$ 132 Juta

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
13 December 2019 11:14
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah membukukan surplus pada Oktober, neraca perdagangan Indonesia diperkirakan kembali defisit pada bulan berikutnya. Namun defisit neraca perdagangan sepertinya tipis saja.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data perdagangan internasional periode November 2019. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor terkontraksi atau tumbuh negatif 2,05% year-on-year (YoY). Kemudian impor juga mengalami kontraksi 13,41% YoY, dan neraca perdagangan defisit US$ 132 juta.

Institusi

Pertumbuhan Ekspor (%YoY)

Pertumbuhan Impor (%YoY)

Neraca Perdagangan (US$ Juta)

CIMB Niaga

-0.71

-14.51

350

Bank Danamon

-3.63

-13.59

-239

Danareksa Research Institute

-0.7

-12.1

-46.2

Barclays

-3.7

-14

-200.5

Maybank Indonesia

-2.6

-13.32

-132

Moody's Analytics

-

-

-90

Citi

-3.5

-11.6

-557

BCA

-1.5

-12.1

-165

Standard Chartered

0.7

-13.5

380

MEDIAN

-2.05

-13.41

-132


Sementara konsensus yang dihimpun dua kantor berita asing juga menghasilkan angka yang searah. Konsensus Bloomberg memperkirakan ekspor terkontraksi 2,6% YoY, impor minus 13,5% YoY, dan neraca perdagangan tekor US$ 132 juta. Kemudian konsensus dari Reuters membuahkan kontraksi ekspor 1,18% YoY, impor turun 13,32% YoY, dan neraca perdagangan negatif US$ 130 miliar.


Jika benar ekspor November masih merah, maka kontraksi akan terjadi selama 13 bulan beruntun. Jadi terakhir kali ekspor Indonesia tumbuh positif adalah pada Oktober 2018, lebih dari setahun lalu! 





Permintaan Lesu, Ekspor Sendu
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading