Bakal Akuisisi Link Net, Saham IPTV Lanjut Terbang

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
03 December 2019 10:28
Bakal Akuisisi Link Net, Saham IPTV Lanjut Terbang Foto: Oppo Stock In Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) kembali melanjutkan reli pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (3/12/2019).

Pada pukul 10:09 WIB, saham IPTV menguat 5,83% ke level Rp 545/unit saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 19,95 miliar dan jumlah volume perdagangan ada di level 36,85 juta unit transaksi.

Alhasil perusahaan berhasil menduduki posisi runner-up di kategori top gainers pada perdagangan pagi ini.

Sama seperti kemarin (2/12/2019), katalis yang menopang aksi beli pelaku pasar atas saham emiten layanan TV berbayar tersebut adalah kabar perusahaan yang telah resmi mengakuisisi mayoritas saham kompetitornya di bisnis internet protocol television yakni PT Link Net Tbk (LINK) yang sebelumnya dimiliki oleh PT First Media Tbk (KBLV) dan Asia Link Dewa.


"Perseroan sudah menekan term sheet untuk menjajaki akuisisi mayoritas saham Link dari First Media dan Asia Link," kata Direktur Utama IPTV Ade Tjendra, dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/12/2019).

Mengacu pada laporan keuangan LINK per akhir September 2019, pemegang saham LINK terbesar adalah Asia Link Dewa Pte LTd sebesar 35,72% (1,02 miliar saham) disusul oleh KBLV sebesar 28,04% (789,97 juta saham).

Kemudian juga ada UBS AG LDN dengan total kepemilikan 6,5% (185,34 juta saham) dan sisanya sebesar 29,74% (847,57 juta saham) dipegang publik.

Merujuk pada porsi kepemilikan tersebut, jika IPTV mencaplok bagian saham milik KBLV dan Asia Link Dewa, maka jumlah saham LINK yang akan diambil alih IPTV mencapai 63,75% atau setara 1,82 miliar saham.

Kemudian, dengan asumsi harga saham rata-rata LINK adalah Rp 4.220, maka jumlah dana investasi yang digelontorkan IPTV mencapai Rp 7,67 triliun.

Meskipun demikian belum terdapat informasi yang lebih jelas terkait kapan proses transaksi akuisisi tersebut selesai.

Ade mengatakan keberhasilan aksi korporasi ini akan tergantung pada proses uji tuntas atau due diligence, pemenuhan kondisi tertentu lainnya, pembiayaan dan penandatanganan perjanjian definitif.

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya pada 28 Agustus 2019, IPTV juga telah mengakuisisi K-Vision dengan total kepemilikan saham sekitar 60%. K-Vision adalah operator TV-berbayar dengan fokus pada segmen pasar menengah ke bawah. (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading