Resmi Akuisisi LINK, Saham IPTV Ditutup Menguat 4,67%

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
02 December 2019 17:34
Resmi Akuisisi LINK, Saham IPTV Ditutup Menguat 4,67%
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perusahaan media naungan Grup MNC, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) pada penutupan perdagangan hari ini (2/12/2019) berhasil mencatatkan kenaikan 4,67% ke level Rp 515/unit saham dan membuat saham perusahaan menduduki jajaran top gainers hari ini.

Total nilai transaksi yang dicatatkan sebesar Rp 19,82 miliar dengan jumlah volume perdagangan sebesar 38,7 juta unit transaksi.

Saham IPTV ramai diburu investor pada perdagangan hari ini setelah perusahaan diketahui resmi mengakuisisi salah satu kompetitornya di layanan produk TV berbayar, yakni PT Link Net Tbk (LINK) milik Grup Lippo.



Informasi ini dibenarkan oleh Direktur Utama MNC Vision Networks Ade Tjandra kepada CNBC Indonesia. "Iya betul, hari ini akan ada public release-nya," kata Ade kepada CNBC Indonesia, Senin (2/12/2019).

Kemudian, meskipun baru seumur jagung menjadi perusahaan publik, perolehan imbal hasil yang dicatatkan perusahaan sejak IPO (8/7/2019) hingga hari ini sudah lebih dari dua kali lipat, yakni 118,22%



Lebih lanjut total imbal hasil yang dicatatkan IPTV hari ini sejatinya tidak seberapa dibandingkan ketika perusahaan secara resmi mengumumkan aksi akuisisi K-Vision pada 28 Agustus 2019, dengan total kepemilikan saham mencapai 60%.

Untuk diketahui K-Vision adalah operator TV-berbayar dengan fokus pada segmen pasar menengah ke bawah.


Dari grafik di atas terlihat bahwa, saat informasi akuisisi K-Vision dirilis resmi, harga saham perusahaan 11,93%, dan dalam 7 hari perdagangan setelah rilis tersebut, saham IPTV mencatatkan cuan hingga 105,05%.

Di lain pihak, berbeda dengan IPTV yang harga sahamnya sepanjang tahu 2019 melesat, saham LINK justru menunjukkan tren penurunan. Sejak awal tahun hingga hari ini, harga saham perusahaan terkontraksi 14,29%.



TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading