Catat! Belum Sebulan, Ini 8 Gebrakan Erick Thohir Poles BUMN

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
03 December 2019 06:19
Dari Urus Air Minum hingga Batalnya Super Holding Foto: Rapat kerja dengan Menteri BUMN Erick Thohir bersama Komisi VI DPR RI (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Dari Urus Air Minum hingga Batalnya Super Holding

5. Evaluasi 11 Perusahaan Air Minum
Erick Thohir, ternyata menyoroti juga cucu atau anak dari anak perusahaan BUMN. Jika ada cicit BUMN ini yang tidak menguntungkan, maka Kementerian akan membubarkannya ataupun menggabungkan dengan BUMN lain.

"Kita menyoroti cucu-cicit perusahaan. Banyak anak perusahaan yang dibuat tidak tahu dasarnya apa," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, Rabu (20/11/2019).

"Sehingga kalau anak perusahaan tersebut untuk menguntungkan perusahaan silakan," imbuh Arya.


Ia bercerita, ternyata ada 11 perusahaan air minum di bawah BUMN. Nah ini ternyata membuat bingung. "Kan kita bingung, ini akan dikonsolidasikan. Artinya mana yang bisa dilihat, bisa digabung," katanya, "Kalau tidak core-nya dan tidak menguntungkan kalau bisa ditutup ya ditutup saja.


6. Batalnya Holding BUMN Karya dan Super Holding BUMN.
Rencana Kementerian BUMN yang akan mengkaji ulang pembentukan perusahaan induk (Holding) BUMN Karya ini menjadi sinyal bahwa agenda holding dalam Rencana Strategis Kementerian BUMN 2015-2019 akan dibatalkan.

Jika benar rencana Holding BUMN ini batal, itu artinya bertolak belakang dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bermimpi Indonesia punya super holding BUMN sebagaimana Singapura dengan Temasek dan Khazanah Nasional Berhad Malaysia.

Erick menegaskan akan menghapus rencana pembentukan Super Holding BUMN yang pernah menjadi target menteri bumn sebelumnya.



7. Menggodok Lahirnya Permen BUMN, Setop Pendirian Anak Usaha
Erick menegaskan pihaknya sedang mengusulkan penggodokan Peraturan Menteri (Permen) BUMN terkait dengan pembentukan anak dan cucu usaha perusahaan milik negara guna memfilter pendirian anak usaha secara tepat sasaran.

Pasalnya, selama ini pembentukan anak dan cucu usaha ada yang dilakukan tidak berdasar pada alasan fundamental yang tepat. Bahkan Erick merasa keberadaan anak dan cucu usaha membuat BUMN banyak dimanfaatkan oknum. Ujung-ujungnya banyak direksi BUMN yang terjerat korupsi.

"Saya rasa Permen sedang kita usulkan kalau pembentukan anak usaha atau cucu usaha saya rasa perlu ada alasan tidak main betul [dibentuk] saja. Apalagi tadi dari Komisi 6 menyampaikan sangat keras kebanyakan pembentukan anak usaha dan cucu itu lebih mengerdilkan dari perusahaan yang tadinya sudah untung," kata Erick usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Senin (2/12/2019).


8. Mendorong Perusahaan BUMN Kembali ke Core Bisnis
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan akan mengembalikan perusahaan BUMN pada bisnis intinya lantaran beberapa BUMN diketahui terlalu jauh mengembangkan bisnis mereka di luar bisnis inti (core business) melalui anak usaha dan tidak fokus pada keuntungan.

Salah satu BUMN yang disorot adalah PT PANN (Persero) yang sebetulnya fokus pada pembiayaan (multifinance) di bidang maritim seperti pengadaan kapal, tapi kemudian memiliki bisnis di luar inti sehingga tidak fokus.

"Tentu di BUMN sendiri kita juga akan bikin kembali ke core bisnis. Berat juga, saya enggak menyalahkan PANN," katanya usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin ini (2/12/2019).

"Dari awal core bisnis [PANN] enggak fokus. Ada dua hotel dan 22 perusahaan air minum. Jadi jangan salahkan direksinya. Mereka baru masuk. Itu kebijakan [tahun] 94. Di mana perusahaan harus membenahi leasing [pembiayaan] kapal terbang yang enggak ada," katanya.

(tas/sef)
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading