AS-China Memanas! IHSG Melemah di Sesi I, Asing Masuk Tipis

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
19 November 2019 12:46
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan kedua di pekan ini, Selasa (19/11/2019), di zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 0,23% ke level 6.136,94. Sayang, pada engah hari IHSG justru terjebak di zona merah. Per akhir sesi satu, indeks saham acuan di Indonesia tersebut terkoreksi 0,005% ke level 6.122,35.

Jika koreksi IHSG bertahan hingga akhir perdagangan, maka akan menandai koreksi yang kedua secara beruntun. Asing pada perdagangan sesi I ini masuk di pasar nego dan tunai Rp 14,11 miliar, sementara di pasar reguler masih net sell (jual bersih) Rp 11,02 miliar sehingga net buy atau aksi beli saham di semua pasar Rp 3,15 miliar.


Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang ditransaksikan di zona merah. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei turun 0,42%, indeks Straits Times jatuh 0,68%, dan indeks Kospi melemah 0,44%.


Memudarnya optimisme bahwa AS dan China akan segera meneken kesepakatan dagang tahap satu menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning. Kini, prospek ditekennya kesepakatan dagang tahap satu yang begitu dinanti-nantikan oleh pelaku pasar menjadi berwarna abu-abu.

CNBC International melaporkan bahwa pejabat pemerintahan China kini pesimistis terkait prospek kesepakatan dagang tahap satu.

Penyebabnya, China dibuat kesal dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS belum menyepakati penghapusan bea masuk tambahan yang sebelumnya dibebankan terhadap produk impor asal China. Padahal, pihak China menganggap bahwa mereka telah mencapai kesepakatan terkait dengan hal tersebut dengan AS.

Pemberitaan tersebut lantas membuat mood pelaku pasar menjadi kurang mengenakan. Untuk diketahui, sebelumnya ada perkembangan yang positif terkait negosiasi dagang AS-China.

Menurut kantor berita Xinhua, Wakil Perdana Menteri China Liu He menggelar perbincangan via sambungan telepon dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer pada akhir pekan kemarin terkait dengan kesepakatan dagang tahap satu, seperti dilansir dari CNBC International.

Perang Dagang Lebih Dominan, IHSG Melemah per Akhir Sesi SatuFoto: Wakil Perdana Menteri China Liu He, tengah, berjabat tangan dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, disaksikan oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, kanan, di Wisma Negara Bagian Diaoyutai di Beijing Jumat, 29 Maret 2019. (Nicolas Asfouri via AP, Pool)

Xinhua melaporkan bahwa kedua belah pihak mengadakan diskusi yang konstruktif terkait dengan kekhawatiran di bidang perdagangan yang dimiliki masing-masing pihak. Kedua pihak disebut setuju untuk tetap berdialog secara intens. Xinhua juga melaporkan bahwa pembicaraan via sambungan telepon antar negosiator dagang tingkat tinggi dari AS dan China tersebut merupakan permintaan dari pihak AS.

Sejauh ini, bea masuk tambahan yang dikenakan oleh masing-masing negara terbukti sudah menghantam perekonomiannya masing-masing.

Belum lama ini, pembacaan awal untuk angka pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal III-2019 diumumkan di level 1,9% (QoQ annualized), jauh melambat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu (kuartal III-2018) yang mencapai 3,4%.


Beralih ke China, belum lama ini Beijing mengumumkan bahwa perekonomiannya hanya tumbuh di level 6% secara tahunan pada kuartal III-2019, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 6,1%, seperti dilansir dari Trading Economics. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2019 juga lebih rendah dibandingkan capaian pada kuartal II-2019 yang sebesar 6,2%.

Jika kesepakatan dagang tahap satu gagal diteken, perputaran roda perekonomian AS dan China, berikut dengan perputaran roda perekonomian dunia, akan menjadi lebih lambat.
Surplus Neraca Dagang Sudah Tak Bertaji
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading