Mantap! CPO Cetak Rekor Lagi, Harga Tembus 2.600 Ringgit/Ton

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
11 November 2019 11:55
Mantap! CPO Cetak Rekor Lagi, Harga Tembus 2.600 Ringgit/Ton Foto: Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga CPO kembali mencetak rekor harga tertingginya di tahun ini. Menjelang istirahat siang perdagangan, harga CPO kontrak pengiriman 3 bulan di Bursa Malaysia Derivatif mencapai 2.600 ringgit/ton atau naik 1,05% dibanding penutupan perdagangan Jumat pekan kemarin.



Hari ini Dewan Sawit Malaysia (MPOB) dijadwalkan merilis data sawit Malaysia. Seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan bahwa naiknya harga CPO didukung oleh produksi minyak sawit bulan Oktober yang naik hanya 1,02% menjadi 1,86 juta ton.


Prediksi tersebut lebih rendah dibanding poling yang dihimpun Reuters yang mengindikasikan produksi di bulan Oktober naik mencapai 2% menjadi 1,88 juta ton.

Menurut studi yang dilakukan oleh Dewan Sawit Malasyai, bulan September dan Oktober merupakan bulan dengan tingkat produksi musiman yang paling tinggi dalam satu tahun.

Faktor lain yang juga mendongkrak harga CPO pada perdagangan hari ini adalah ekspor produk minyak sawit Malaysia yang melonjak hingga 19,7% pada periode 1-10 November dibanding periode yang sama bulan sebelumnya.

Melansir Reuters, lembaga survei independen kenamaan Intertek Testing Services mengatakan bahwa ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1-10 September mencapai 344.330 ton sementara pada 1-10 Oktober naik menjadi 412.020 ton.

Kekeringan yang melanda kawasan Asia Tenggara terutama Indonesia dan Malaysia sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia akan berdampak pada penurunan kuantitas minyak sawit di tahun depan.

Penurunan dari sisi suplai yang terjadi di tengah tingginya permintaan CPO akibat program B20 dan B30 di Malaysia dan Indonesia membuat harga CPO diprediksi naik. Menurut prediksi dari berbagai analis, harga CPO berpotensi bergerak di 2.600 ringgit/ton pada enam bulan pertama 2020. 



TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading