Meroket! Harga CPO Terus Naik dari Level RM 2.600/Ton

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
20 November 2019 11:26
Harga CPO naik karena tiga sentimen positif utama : naiknya harga minyak nabati lain, melemahnya ringgit dan risiko suplai
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) masih kuat berada di atas level psikologis RM 2.600/ton. Penguatan harga CPO dipicu oleh tiga sentimen utama yaitu pergerakan harga minyak nabati lain dan ringgit serta kekhawatiran adanya risiko pada suplai.

Pada 10.45 WIB hari ini Rabu (20/11/2019), harga CPO kontrak pengiriman 3 bulan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange berada di RM 2.659/ton atau naik 1,41% dibanding harga penutupan perdagangan kemarin.




Penguatan harga CPO mengekor penguatan harga komoditas minyak nabati lain. Minyak sawit kontrak Dalian pengiriman Januari naik 3,5% pada Rabu (20/11/2019). Disusul juga oleh naiknya minyak kedelai kontrak Dalian hingga 1,6% dan kenaikan 0,6% minyak kedelai yang diperdagangkan di Chicago Board of Trade.

Sampai sejauh ini, risiko dari sisi suplai masih membayangi harga CPO sehingga belum mau beranjak dari RM 2.600/ton. Output minyak sawit diprediksikan turun akibat kekeringan yang melanda Indonesia dan Malaysia.

Dampak dari kekeringan dan kabut kebakaran hutan baru akan di rasa tahun depan ketika permintaan diprediksikan meningkat. Indonesia dan Malaysia sebagai produsen terbesar CPO akan semakin memperkuat pasar domestik melalui program B20 dan B30.

Program B30 yang akan mulai dilaksanakan di Indonesia tahun 2020. Malaysia baru akan memulai program B20 tahun depan. Program campuran bahan bakar menggunakan campuran minyak nabati akan menggunakan campuran CPO sebagai Fatty Acid Methyl Esther (FAME) sebanyak 30% dan 70% minyak diesel biasa.

Pelemahan ringgit terhadap dolar greenback juga mendukung naiknya harga komoditas ini. Ringgit yang melemah 0,05% terhadap dolar membuat harga CPO menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang asing. Hal ini berpotensi mendongkrak permintaan dan harga CPO.


TIM RISET CNBC INDONESIA
(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading