Ringgit Menguat, Harga CPO Tak Bisa Naik Banyak

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
22 November 2019 11:41
Ringgit Menguat, Harga CPO Tak Bisa Naik Banyak
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menguat tipis menjelang istirahat siang pada perdagangan hari ini, Jumat (22/11/2019). Penguatan ringgit dan melemahnya harga minyak nabati lain jadi pemicunya.

Harga CPO kontrak pengiriman 3 bulan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange naik 3 ringgit atau 0,11% ke level RM 2.670/ton pada 10.55 WIB.




Harga CPO tak kuat naik lebih tinggi lagi karena dua sentimen yang memberatkan. Pertama adalah melemahnya harga minyak nabati lain.

Harga minyak sawit kontrak futures pengiriman Januari Dalian turun 0,9%. Pada saat yang sama harga minyak kedelai kontrak futures Dalian juga turun 0,9%.

Selain itu penguatan ringgit terhadap greenback juga jadi sentimen pemberat lain sehingga harga tak bisa naik banyak.

Ringgit yang menguat 0,05% terhadap dolar membuat harga CPO menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang asing. Hal ini berpotensi memberatkan harga CPO.

Namun CPO masih diperdagangkan pada rentang harga tertingginya tahun ini. Lonjakan harga yang signifikan sejak pertengahan Oktober mengindikasikan adanya kekhawatiran akibat risiko suplai di tengah permintaan yang kuat.

Dari sisi suplai, kekeringan dan kabut yang melanda dua negara produsen sawit terbesar di dunia yaitu Indonesia dan Malaysia membuat produktivitas berkurang.

Dari sisi permintaan, tahun depan baik RI maupun Malaysia akan memperkuat pasar domestiknya melalui program mandat Biodiesel. Tahun depan program B20 akan mulai diimplementasikan di Malaysia dan Indonesian akan mulai dengan B30.

Perlu diketahui program B30 menggunakan campuran minyak nabati berupa CPO atau Fatty Acid Methyl Esther (FAME) sebanyak 30% dan 70% minyak diesel biasa untuk digunakan sebagai bahan bakar.



TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading