Tragis! 24 Tahun Tercatat, Hari Ini TMPI Resmi Delisting

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
11 November 2019 11:20
Tragis! 24 Tahun Tercatat, Hari Ini TMPI Resmi Delisting

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghapuskan pencatatan saham (delisting) PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk. (TMPI) pada hari ini, Senin (11/9/2019). Penghapusan saham TMPI dilakukan secara paksa alias force delisting setelah emiten yang fokus pada tambang emas ini masuk bursa pada 24 tahun silam.

Sigmagold pertama kali masuk bursa atau initial public offering (IPO) pada 25 Januari 1995. Ketika IPO, perusahaan yang masih bernama PT Telaga Mas Pertiwi Tbk tersebut menerbitkan 10 juta saham di harga Rp 1.350/saham. Artinya perusahaan mendapatkan dana publik senilai Rp 13,5 miliar saat itu.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan bursa, dengan dicabutnya status perusahaan sebagai perusahaan tercatat, perusahaan tersebut sudah tak lagi memiliki kewajiban seperti sebelumnya.



Sebelumnya, disampaikan bahwa keputusan delisting ini karena perusahaan sudah mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial atau secara hukum, dan TMPI tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Selain itu, saham perusahaan dalam waktu sekurang-kurangnya 24 bulan terakhir saham perusahaan hanya ditransaksikan di pasar negosiasi dan dihentikan perdagangannya di pasar reguler dan tunai.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pemegang saham perusahaan ini sudah berusaha untuk menyampaikan permintaan penangguhan delisting perusahaan.

Permintaan ini disampaikan terlebih dahulu kepada BEI, namun menurut pengakuan dari pemegang saham hal itu tidak dapat dilakukan dan disarankan untuk menyampaikan langsung kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami diminta menyampaikan langsung ke OJK. Tapi OJK bilang surat delisting kan dikeluarkan bursa," kata Boris, salah satu pemegang saham kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/11/2019).

Adapun upaya penangguhan delisting ini dilayangkan para pemegang saham ini lantaran mereka merasa dirugikan serta tidak mendapatkan perlindungan keamanan berinvestasi jika saham TMPI di-delisting saat ini.

Selain itu, pemegang saham menilai manajemen perusahaan dengan sengaja ingin membubarkan perusahaan dengan mundurnya direksi dan komisaris perusahaan dari jabatannya.

Sementara itu, hingga saat ini tak diketahui pihak yang bertindak sebagai pemegang saham pengendali perusahaan, mengingat 99,86% saham perusahaan ini dimiliki publik dan 0,14% dipegang oleh Pratama Duta Sentosa.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading