Senin Delisting, Investor TMPI Nanti Putusan OJK & BEI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
08 November 2019 14:12
Senin Delisting, Investor TMPI Nanti Putusan OJK & BEI
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang saham ritel PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI) tampaknya masih belum akan mendapatkan kepastian mengenai permintaan kepada Oritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator pasar modal dan Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku otoritas bursa. Padahal penghapusan perdagangan saham (delisting) perusahaan ini tinggal menghitung hari menuju 11 November 2019.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pemegang saham perusahaan ini sudah berusaha untuk menyampaikan permintaan pengangguhan delisting perusahaan. Permintaan ini disampaikan terlebih dahulu kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), namun menurut pengakuan dari pemegang saham hal itu tidak dapat dilakukan dan disarankan untuk menyampaikan langsung kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami diminta menyampaikan langsung ke OJK. Tapi OJK bilang surat delisting kan dikeluarkan bursa," kata Boris, salah satu pemegang saham kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/11/2019).

Adapun upaya penangguhan delisting ini dilayangkan para pemegang saham ini lantaran mereka merasa dirugikan serta tidak mendapatkan perlindungan keamanan berinvestasi jika saham TMPI didelisting saat ini.


Selain itu, pemegang saham menilai manajemen perusahaan dengan sengaja ingin membubarkan perusahaan dengan mundurnya direksi dan komisaris perusahaan dari jabatannya.

Sementara itu, hingga saat ini tak diketahui pihak yang bertindak sebagai pemegang saham pengendali perusahaan, mengingat 99,86% saham perusahaan ini dimiliki publik dan 0,14% dipegang oleh Pratama Duta Sentosa.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan delisting perusahaan ini sudah ditetapkan berdasarkan aturan, sehingga jika kondisi yang ada sudah sesuai dengan aturan tersebut maka aturan harus ditaati.

"Peraturan tentang delisting itu sudah jelas. Kita ikuti saja peraturan tersebut," Fakhri Hilmi, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK kepada CNBC Indonesia, Kamis (8/11/2019).

Fakhri tak lagi memberikan komentar ketika ditanyai mengenai kondisi perusahaan tersebut lebih lanjut.

Sementara itu, BEI masih belum memberikan jawaban terkait dengan harapan para pemegang saham ini. CNBC Indonesia telah berupaya untuk menghubungi beberapa pihak terkait, namun belum mendapatkan jawaban dari bursa. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading