Sandiaga Gantikan Rini Soemarno Jadi Menteri BUMN, Setuju?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 October 2019 08:03
Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan beredar kabar bahwa Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) telah meminta tiga jatah menteri di kabinet baru yang akan diusung oleh Presiden Joko Widodo lima tahun ke depan. Hal ini menjadi sikap politik yang dikeluarkan oleh partai ini setelah beberapa waktu bungkam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Arif Puyono pekan ini. Secara tiba-tiba dia menyebut bahwa Gerindra tertarik untuk bergabung ke dalam koalisi pemerintahan.

"Ya sepertinya kita memang akan minta 3 posisi kementerian di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, tapi semua itu bergantung dengan Presiden Joko Widodo yang punya hak menyusun kabinet," kata Arif kepada wartawan, Jumat (4/10/2019), seperti dikutip detik.com.


Ada tiga nama yang kabarnya disodorkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk masuk ke dalam Kabinet Kerja jilid II, yaitu eks cawapres Sandiaga Uno dan dua waketum, yaitu Fadli Zon dan Edhy Prabowo.


"Bisa saja Sandiaga Uno yang masuk kabinet," kata Ekonom Fithra Faisal Hastiadi saat berbincang di program Profit CNBC Indonesia, seperti dikutip Sabtu (19/10/2019).

Posisi apa yang kemungkinan besar akan ditempati Sandiaga?

Masih menurut ekonom yang sama, sosok Sandiaga Uno saat ini paling tepat mengisi kursi Menteri BUMN menggantikan Rini Soemarno. Hal ini dinilai akan cukup baik diterima oleh pasar mengingat latar belakang Sandiaga sebagai seorang pengusaha.

"Nah Sandiaga ini mampu mengisi kursi Menteri BUMN karena cukup diterima pasar dan kompromi politiknya cukup kuat. Sandiaga pun sesuai background-nya. Ia pengusaha juga investor," katanya.

Beberapa pelaku pasar juga mengemukakan hal yang serupa dengan Fithra. Kepala Riset Divisi Ritel MNC Sekuritas Edwin Sebayang juga menyebut nama Sandiaga Uno cocok menjadi menjadi Menteri BUMN. "Untuk Meneg BUMN harus diisi dari kalangan pengusaha yaitu Sandiaga Uno," kata Edwin.

Posisi Rini disebut-sebut dalam kondisi sulit. Pasalnya banyak BUMN yang bermasalah di bawah Menteri Rini. Selain OTT KPK, ternyata Menteri Rini juga pernah disemprot oleh Jokowi langsung.

Adapun musababnya, gara-gara ekspor yang loyo dan impor yang melejit, Indonesia mengalami defisit neraca dagang. Jokowi tak berhenti mengungkapkan kekecewaannya terkait hal tersebut. 

"Ini naiknya gede sekali. Hati-hati di migas pak menteri ESDM yang berkaitan dengan ini, bu menteri BUMN yang berkaitan dengan ini, karena rate-nya yang paling banyak ada di situ," kata Jokowi.


Berlanjut ke halaman 2 >>>



Sandiaga Bersedia Jadi Menteri BUMN
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading