Brexit Deal! Poundstserling dan Euro Terbang Tinggi

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 October 2019 18:08
Brexit Deal! Poundstserling dan Euro Terbang Tinggi
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang poundsterling dan euro menguat tajam melawan dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (17/10/19) setelah perundingan Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) akhirnya mencapai kata sepakat alias deal.

Poundsterling langsung melesat 1,23% ke level US$ 1,2988, sebelum memangkas penguatan dan diperdagangkan di level US$ 1,2888 pada pukul 17:45 WIB. Poundsterling kini berada di level tertinggi sejak Mei.




Mengikuti pergerakan poundsterling, euro juga menguat 0,62% ke level US$ 1,1139, sebelum terpangkas dan diperdagangkan di level US$ 1,1115. Mata uang 19 negara ini berada di level terkuat sejak akhir Agustus melawan dolar AS.

CNBC International melaporkan, pihak Inggris Raya dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan proposal Brexit setelah berunding selama 11 jam.


Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, melalui akun Twitter-nya mengatakan telah "kita telah mencapai kesepakatan Brexit yang bagus", dan meminta anggota Parlemen Inggris untuk mendukung proposal tersebut saat diserahkan ke parlemen pada hari Sabtu (19/10/19).



Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Junker, juga melalui akun Twitter mengatakan kesepakatan kali ini "adil dan berimbang". Proposal Brexit tersebut kini akan dibahas pada pertemuan puncak Uni Eropa mulai hari ini hingga Jumat besok, dan harus mendapat persetujuan.

Setelah mendapat persetujuan dari Uni Eropa, proposal tersebut akan diserahkan ke Parlemen Inggris juga untuk mendapat persetujuan, sebelum akhirnya Brexit resmi dilakukan pada 31 Oktober nanti. Meski demikian, tantangan bagi PM Johnson selanjutnya adalah meyakinkan anggota parlemen untuk mendukung proposal tersebut.



Sebelumnya, proposal Brexit yang disetujui oleh Pemerintah Inggris dan Uni Eropa di era PM Theresa May berkali-kali ditolak oleh Parlemen Inggris. Bahkan kala itu, pembuat proposal Brexit diambil alih oleh parlemen, dan tetap tidak menghasilkan kesepakatan hingga memaksa pengunduran diri Theresa May, yang digantikan oleh Boris Johnson.

Partai Democratic Unionist (DUP) dari Irlandia Utara yang merupakan pendukung Partai Konservatif di pemerintahan sudah menyatakan tidak bisa mendukung proposal yang dibuat PM Johnson kali ini.

Dengan kesepakatan Pemerintah Inggris dengan Uni Eropa, berarti "satu kaki" Inggris sudah keluar dari Uni Eropa. Untuk bisa resmi keluar pada 31 Oktober nanti masih ada "satu kaki" lagi, yakni persetujuan dari Parlemen Inggris.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading