AS-China Terindikasi Belum Deal, Harga Emas Balik Menguat

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 October 2019 21:13
AS-China Terindikasi Belum Deal, Harga Emas Balik Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia fluktuatif pada perdagangan Senin (14/10/19) setelah amblas pekan lalu. Logam mulia ini melemah 0,47% ke US$ 1.482,5/troy ons di awal perdagangan, tetapi perlahan berbalik menguat 0,51% ke level US$ 1.497/troy ons.

Selepas itu, penguatan emas terpangkas tetapi masih mampu bertahan di zona hijau. Pada pukul 20:44 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1,493,95/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dengan China pada hari Jumat (11/10/19) pekan lalu membuat harga emas amblas.




Presiden AS, Donald Trump, bersama Wakil Perdana Menteri China, Liu He, Jumat pekan lalu waktu Washington mengumumkan jika perundingan kedua negara memberikan hasil "kesepakatan fase satu yang sangat substansial", sebagaimana dilansir CNBC International.

Trump menambahkan "fase dua akan dimulai segera" setelah fase pertama ditandatangani.



Porsi pertama dalam kesepakatan dagang kali ini akan dibuat dalam tiga pekan ke depan, termasuk di dalamnya properti intelektual, jasa keuangan, serta rencana pembelian produk pertanian AS oleh China senilai US$ 40 miliar sampai US$ 50 miliar, kata Trump sebagaimana dilansir CNBC International.

Namun, hari ini kembali muncul keraguan dibenak pelaku pasar akan kesepakatan tersebut. CNBC International yang mengutip sumber terkait melaporkan China ingin adanya perundingan tambahan sebelum menandatangani kesepakatan fase pertama.

Masih melansir CNBC International, China ingin AS membatalkan kenaikan bea impor yang rencananya akan berlaku di bulan Desember. Selain itu, media di China juga belum memberitakan kesepakatan pada Jumat pekan lalu dengan "nada" yang berbeda.

Presiden Trump menyebut kesepakatan tersebut merupakan sebuah kesuksesan, sementara media pemerintah China menyebut hal tersebut "kemajuan yang substansial" serta tidak mempertegas adanya rencana pembelian produk pertanian AS, mengutip CNBC International.



Perkembangan terbaru tersebut tentunya membuat pelaku pasar kembali khawatir jika kesepakatan pada pekan lalu akan batal. Apalagi jika melihat karakter Presiden Trump yang sering secara tiba-tiba mengejutkan pasar dengan menaikkan bea impor produk China. 

Dampaknya emas mendapat tekanan pada pekan lalu hari ini perlahan mulai bangkit. Investor kembali memburu aset aman (safe haven) seperti emas, sebagai antisipasi batalnya kesepakatan tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading