Wow! Perusahaan RI Juga Banyak PHK Karyawan, Ada Apa?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
11 October 2019 10:50
Wow! Perusahaan RI Juga Banyak PHK Karyawan, Ada Apa? Foto: Alexander Meng melihat layar robot pembersih jendela di stan Coayu selama 2019 CES di Las Vegas, Nevada, AS 9 Januari 2019. REUTERS / Steve Marcus
Jakarta, CNBC Indonesia - Era industri 4.0 atau tren otomatisasi, tampaknya mulai terjadi di Indonesia. Pemanfaatan robot, kecerdasan buatan dan virtual reality, digadang-gadang dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas industri.

Tren penggunaan mesin/robot tampaknya mulai diterapkan di perusahaan-perusahaan besar Indonesia. Disatu sisi, hal tersebut akan meningkatkan efisiensi bagi perusahaan, tapi disisi lain hal tersebut akan mengurangi penggunaan tenaga manusia.

Nah peran yang digantikan oleh robot inilah yang ujunganyang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan.


Melansir laporan keuangan semester I-2019 dari sepuluh perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar, mayoritas mencatatkan pengurangan jumlah karyawan dibandingkan dengan posisi di akhir Desember 2018.

Wow! Perusahaan RI Juga Banyak PHK Karyawan, Ada Apa?Foto: CNBC Indonesia/Dwi Ayunintyas


Tabel di atas menunjukkan terdapat 7 perusahaan yang jumlah karyawannya berkurang pada paruh pertama tahun ini dengan rata-rata penurunan jumlah karyawan sekitar 2,37%.

Dari segi jumlah, penurunan karyawan terbesar dicatatkan oleh PT Astra International Tbk (ASII) yang memangkas sekitar 2.191 karyawan dalam 6 bulan pertama tahun ini. Namun jika dihitung dengan karyawan ventura bersama dan entitas asosiasi Astra, pada tanggal 30 Juni 2019 adalah 225.523 karyawan dibanding 31 Desember 2018, 226.140 karyawan atau bertambah 617 karyawan.

Sedangkan dari segi persentase, penurunan karyawan di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai 5,83%.

Sementara itu, perusahaan yang terlihat masih menambah jumlah karyawannya di paruh pertama 2019 adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengakui bahwa robotisasi memang sudah dimulai pada beberapa industri, sebagian lagi sedang tahap persiapan. Iqbal pun tidak memungkiri bahwa robotisasi berpotensi memangkas jumlah karyawan dalam beberapa tahun ke depan.

"Ancaman PHK Pasti...dalam 3-5 tahun ke depan akan terjadi PHK 30% dari total karyawan yang ada," kata Iqbal.

Beberapa industri yang menurut Iqbal mulai melakukan persiapan termasuk industri otomotif, pertambangan, kimia, farmasi, dan elektronik. Pelaku usaha di industri rokok, tekstil & garmen, alas kaki, serta makanan dan minuman mengaku sudah mulai menerapkan robotisasi dalam proses bisnisnya.

Contohnya adalah PT Djarum yang mengakui telah menggunakan robot atau robotisasi dalam proses produksi rokok di pabrik mereka di Kudus, Jawa Tengah. Hal ini menjadi bagian untuk mengikuti perkembangan teknologi. Apakah penggunaan robot memangkas atau efisiensi tenaga kerja di pabrik Djarum?

"Robot-nya, ada. Tidak banyak. Hal itu dibutuhkan untuk mengikuti perkembangan teknologi. Jadi tidak signifikan dalam efisiensi tenaga kerja," kata Senior Manager Corporate Communications PT Djarum Budi Darmawan kepada CNBC Indonesia, Kamis (10/10)

Lebih lanjut, meskipun pelaku usaha mengatakan robotisasi belum mengakibatkan pengurangan tenaga kerja secara drastis, tetapi setidaknya efisiensi karyawan telah terlihat.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading