Setelah Mandiri & BNI, Giliran BRI Bantah Selamatkan Muamalat

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
08 October 2019 11:07
Setelah Mandiri & BNI, Giliran BRI Bantah Selamatkan Muamalat
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ikut membantah kabar perseroan membantu penyelamatan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Sebelumnya, dua bank pelat merah, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga membantah kabar serupa.

Corporate Secretary BRI Hari Purnomo mengatakan, terkait dengan adanya berita bahwa bank BUMN akan melakukan akuisisi terhadap Bank Muamalat, BRI tidak memiliki rencana terkait aksi korporasi tersebut.


"Saat ini, untuk pengembangan bisnis perbankan Syariah, BRI masih fokus pada pengembangan BRISyariah, anak usaha BRI yang bergerak di bidang perbankan syariah," kata Purnomo, dalam siaran pers yang disampaikan, Selasa (08/10/2019).


Sebelumnya Bank Mandiri dan BNI secara tegas mengatakan belum berencana untuk melakukan investasi atau penambahan modal di Bank Muamalat.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas dan Corporate Secretary BNI Meiliana sekaligus membantah pemberitaan berlandaskan rumor oleh analis asing yang menyebutkan bahwa Bank Mandiri dan BNI telah menyepakati due diligence atau uji tuntas untuk berinvestasi di Bank Muamalat.

"Kami menyayangkan media-media nasional yang memuat pernyataan analis internasional yang menyatakan ada rumor tentang rencana Bank Mandiri dan BNI yang akan melakukan investasi di Bank Muamalat," kata Rohan Hafas.

Sebagaimana diberitakan, terdapat rumor melalui analisis yang dilakukan oleh Macquarie yang menyatakan bahwa bank milik negara, yaitu Bank Mandiri dan BNI, sepakat untuk melakukan uji tuntas untuk melakukan investasi di Bank Muamalat.

"Kami tegaskan bahwa BNI belum memiliki keinginan atau rencana untuk melakukan investasi di Muamalat." ujar Meiliana, Corporate Secretary BNI.

Sementara itu, dalam riset Trimegah pada Senin kemarin disebutkan, jika BBRI, BMRI, dan BBNI ditugaskan untuk menyelamatkan bank syariah pertama tersebut, metode yang digunakan bukan dengan akuisisi, namun dengan membeli pinjaman sekuritisasi yang dikeluarkan oleh Bank Muamalat alias memberikan suntikan modal.

Trimegah Sekuritas dalam risetnya menganalisa bahwa BBMI setidaknya membutuhkan suntikan modal sekitar Rp 15,9 - 20,9 triliun atau secara rata-rata senilai Rp 18,3 triliun.

Dengan demikian, mempertimbangkan ukuran modal (ekuitas) dari BMRI, BBRI, dan BBNI, maka proporsi pembelian pinjaman paling besar dibukukan oleh BBRI (39%), disusul oleh BMRI (38%) dan BBNI (23%).

Kemudian, berdasarkan proporsi tersebut, maka BMRI akan membeli pinjaman sekuritisasi yang diterbitkan BBMI sebanyak Rp 6,94 triliun, BBRI sebesa Rp 7,12 triliun, dan BBNI sebesar Rp 4,2 triliun.


(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading