Emiten Kendaraan Listrik Ini Resmi Listing, Prospeknya Piye?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 October 2019 12:51
Emiten Kendaraan Listrik Ini Resmi Listing, Prospeknya Piye?

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten perdagangan kendaraan listrik, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) langsung mengalami auto reject atas (ARA) saat diperdagangkan pertama kali (listing) di papan bursa, Senin ini (7/10/2019) setelah melesat 69,57% ke level Rp 195/saham dari harga pembukaan Rp 115/saham.

Bagaimana prospek bisnis kendaraan listrik yang dijalani perusahaan?

Direktur Operasional Gaya Abadi Sempurna Wilson Teoh mengatakan bisnis perusahaan potensial seiring dengan upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik.


Hanya saja kesadaran masyarakat Indonesia saat ini untuk menggunakan kendaraan listrik (electronic vehicle/EV) masih cukup rendah. Hal ini menjadi salah satu penyebab belum maksimalnya kapasitas produksi di pabrik milik perusahaan saat ini.


Peningkatan kesadaran masyarakat ini masih butuh dukungan promosi dan sokongan pemerintah untuk menggalakkan penggunaan EV di Indonesia.

"Tantangannya adalah awareness [kesadaran] terkait kendaraan listrik ini belum terlalu tinggi. Kita aktif promosi, kita mengharapkan dukungan pemerintah memberikan arahan atau turunan Perpres [Peraturan Presiden] ini supaya mempercepat kendaraan listrik," kata Wilson di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/10/2019), usai listing.


Dari penjualan perusahaan saat ini, 60% masih fokus di Pulau Jawa dibandingkan wilayah Indonesia lain. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat untuk menggunakan EV terbilang rendah.

Meski pemerintah telah mengeluarkan Perpres Nomor 55 tahun 2019, namun dinilai masih dibutuhkan aturan turunan untuk mendukung di antaranya pemberian insentif bagi perusahaan produsen EV yang dinilai akan mendukung investasi perusahaan ke depan, terutama dari segi pengadaan mesin produksi.

Selain itu, dia juga menyebutkan komponen EV ini sebagian besar masih mengandalkan bahan yang diimpor dari luar negeri. Lantaran di Indonesia sendiri belum diproduksi, seperti komponen utama dari kendaraan listrik, yakni baterai.

Perusahaan yang memproduksi motor dan sepeda listrik ini menyebutkan, kendaraan yang diproduksi perseroan hanya menggunakan 40% komponen lokal. Sedangkan sisanya masih berupa barang impor. Untuk itu pihak perusahaan mendukung langkah pemerintah untuk mendorong pembangunan pusat produksi baterai EV di Indonesia.

"Yang pasti jika komponen bisa disuplai dari dalam negeri kita bisa mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Jadi kita mengharapkan ada industri yang mendukung seluruh value chain dari kendaraan listrik ini," jelas dia.

Rendahnya kesadaran masyarakat atas EV ini juga menyebabkan produksi perusahaan tak maksimal. Menurut Wilson, utilisasi pabrik saat ini hanya mencapai 30% dari total kapasitas produksi pabrik yang sebesar 125.000 unit per tahun.

Terkait dengan saham, SLIS melepas 500 juta saham atau 25% dari modal disetor pada saat penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) sehingga meraup dana segar Rp 57,50 miliar.


SLIS melalui anak usahanya menjual kendaraan ramah lingkungan energi listrik dalam berbagai jenis, seperti sepeda motor listrik, gold cart listrik, bajaj listrik, balancing scooter, kursi roda lipat listrik dan robot vacum cleaner.

Tahun ini perusahaan memproyeksikan pendapatan Rp 300 miliar dan laba bersih Rp 20 miliar hingga akhir tahun ini. Seiring dengan pertumbuhan perusahaan pada 2023 nanti, penjualan diproyeksikan dapat mencapai Rp 700 miliar dan laba bersih Rp 67 miliar.

Gaya Abadi Sempurna menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading