Dikabarkan Mau Jadi Gojek Bank, Saham ARTO Melesat 1.329%

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
07 October 2019 11:31
Dikabarkan Mau Jadi Gojek Bank, Saham ARTO Melesat 1.329%
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) melesat lebih dari 1.300% dari awal tahun hingga Senin ini (7/10/2019). Rumor bank ini akan bertransformasi menjadi Gojek Bank atau GoBank membuat harga saham ARTO terus bergerak liar.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, pada awal tahun harga saham ARTO tercatat pada level Rp 184/saham. Sementara itu, dari pada perdagangan hari ini harga saham ARTO sudah bertengger pada level Rp 2.630/saham.

Artinya kenaikan harga saham ARTO mencapai 1.329,35%. Kenaikan harga yang sangat signifikan dalam kurun waktu kurang dari 10 bulan.
Sederhananya, jika anda punya uang Rp 10 juta saja dan berinvestasi pada saham ARTO, maka jumlah uang anda sudah bertambah menjadi Rp 142,94 juta.


Sepanjang tahun ini, total BEI sudah melakukan penghentian sementara saham ARTO sebanyak tiga kali guna mendinginkan pasar (cooling down) seiring dengan kenaikan harga sahamnya yang tidak wajar.

Suspensi pertama kali dilakukan pada 20 Agustus 2019. BEI terpaksa melakukan suspensi karena saham ARTO begitu liar setelah kabar akuisisi terungkap ke publik pada pertengahan Agustus itu. Kala itu, bankir senior Jerry Ng dan pengusaha Patrick Walujo berkongsi akan mencaplok 51% saham Bank Artos.


Akuisisi tersebut dilakukan oleh perusahaan milik Jerry Ng bernama MEI, dan entitas milik Patrick Walujo, yakni Wealth Track Technology Limited yang berbasis di Hong Kong.

Saham Bank Artos lalu dibuka kembali sehari berikutnya, 21 Agustus. BEI lagi-lagi menghentikan perdagangan saham di pasar reguler dan tunai pada 22 Agustus dan suspensi ketiga pada Jumat ini.

Pekan lalu, pada 4 September BEI kembali menghentikan perdagangan saham ARTO karena kenaikan kumulatif yang signifikan. BEI akhirnya membuka suspensi perdagangan setelah mendapatkan surat penjelasan yang diberikan Bank Artos.

Jerry Ng dan Patrick Walujo dikabarkan punya rencana besar setelah pengambilalihan 51% saham PT Bank Artos Tbk (ARTO). Bank yang berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat ini bakal disulap jadi bank yang menangani transaksi Gojek.

Sumber CNBC Indonesia membisikkan Bank Artos nantinya akan menjadi bank digital yang menangani transaksi Gojek kemudian ditransformasikan menjadi GoBank atau milik Gojek.

"Semua transaksi Gojek akan diurus oleh Gobank. Jadi biaya transaksi bisa ditekan tetapi pendapatan dari transaksi masuk ke Gojek. Transformasi ini akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan setelah core bisnis bank digital berjalan stabil," ujarnya, seperti dikutip Kamis (3/10/2019).

Sumber tersebut menambahkan aksi ini diprakarsai oleh Patrick Walujo yang merupakan salah satu investor awal Gojek. Patrick Walujo masuk ke Gojek melalui NSI Ventures, anak usaha Northstar Group. Mereka pertama kali masuk ke Gojek pada 2014.

Jerry Ng mengakuisisi saham Bank Artos melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia dan memegang 37,65% saham. Selain itu, Patrick Walujo juag masuk melalui WTT, perusahaan investasi berbasis di Hongkong, yang kuasai 13,35% saham.

Sebelumnya, Direktur Metamorfosis Ekosistem Indonesia Anika Faisal mengatakan bank Artos akan ditransformasikan menjadi bank digital. Setelah itu modal bank akan ditambahkan hingga naik kelas dari Bank BUKU I menjadi BUKU II.

"Sebagaimana kami ungkapkan sebelumnya, setelah proses akuisisi selesai, ke depannya Bank Artos akan dikembangkan menjadi bank yang akan melayani segmen menengah dan bawah dalam piramida pasar," kata Direkur Utama Bank Artos Deddy Triyana, kepada CNBC Indonesia, belum lama ini.

Merespons hal tersebut, Direktur Utama sekaligus Sekretaris Perusahaan Bank Artos, Deddy Triyana, mengatakan informasi bank tersebut berubah menjadi Bank Gojek bukan dari perusahaan.

"Dalam pemberitaan di atas juga dikutip pernyataan Dirut MEI [PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia, pembeli Bank Artos] bahwa saat ini tidak ada rencana bagi Bank Artos nantinya untuk melakukan kerja sama eksklusif dengan platform teknologi atau ekosistem mana pun," tegas Deddy dalam surat jawaban kepada BEI, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (4/10).

Dalam surat tersebut, Deddy juga menjelaskan, sehubungan dengan rencana pengambilalihan saham perseroan (akuisisi), pihaknya sudah menyampaikan informasi sesuai dengan pengumuman ringkasan rancangan pengambilalihan yang telah diumumkan oleh Bank Artos pada 22 Agustus 2019.

Adapun perubahan informasi dan pernyataan kembali atas ringkasan rancangan pengambilalihan atau akuisisi tersebut juga sudah disampaikan kepada otoritas bursa pada 26 September 2019.

"Metamorfosis Ekosistem Indonesia atau MEI dan Wealth Track Technology [WTT] bermaksud untuk mengambilalih saham yang mewakili tidak kurang dari 51% yang terdiri dari 37,65% akan diambilalih oleh MEI dan 13,55% akan diambil oleh WTT," jelasnya.

Dia mengatakan tidak terdapat informasi atau kejadian penting lain yang secara material dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan, serta dapat mempengaruhi harg saham perusahaan selain penjelasan tersebut.

"Sampai saat ini sih saya tidak mendengar informasi tentang hal tersebut [GoBank]. Jadi tidak tahu juga asalnya dari mana," kata Deddy kepada CNBC Indonesia, Jumat sore (4/10/2019).

"Prinsipnya kami akan komunikasi intensif dengan Bursa. Jika Bursa ada meminta penjelasan kami akan segera memenuhinya," tegasnya. (hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading