Internasional

Tenang Pemirsa, AS tak Akan Depak China di Wall Street

Market - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
30 September 2019 15:34
Pemerintah AS membantah akan memblokir perusahaan-perusahaan China
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah AS membantah akan memblokir perusahaan-perusahaan China. Hal ini ditegaskan juru bicara Kementerian Keuangan AS Monica Crowley.

"Pemerintah tidak sedang mempertimbangkan melarang perusahaan China untuk mencatatkan saham di bursa AS untuk saat ini," katanya pada Bloomberg seperti dikutip Reuters, Senin (30/9/2019).

Sebelumnya, sempat beredar berita bahwa AS bakal melakukan langkah kontroversial. Pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengusir perusahaan China yang melantai di bursa saham New York (Wall Street).



Perusahaan AS juga diminta melepas investasi pada perusahaan China. Risiko aturan menjadi alasan AS memikirkan wacana ini.

Sementara itu, Ketua Nasdaq Asia Paifik Bob McCooey mengatakan pihaknya akan mendukung emiten China sebagai bagian dari komitmennya untuk menyediakan akses non-diskriminatif ke perusahaan yang memenuhi syarat.

Saat ini, setidaknya ada 156 perusahaan China di bursa AS, seperti Alibaba Group Holding Limited, PetroChina Company Limited, dan Baidu Inc di NYSE.


Sementara itu, analis setempat mengatakan tindakan delisting oleh AS, tidak akan berdampak ke China. "Saya tidak berpikir itu akan masuk akal secara ekonomi bagi pihak AS," kata Xue Yi, seperti dilansir dari The Star.

Jika delisting terjadi, perusahaan China mungkin akan memanfaatkan inovasi sains teknologi yang baru diluncurkan di Shanghai, yang disebut STAR Market. Di mana mereka dapat mengumpulkan lebih banyak uang dibadingkan di AS, karena investor domestik umumnya lebih antusias dengan prospek mereka.

"Ini akan menjadi peluang yang baik bagi STAR Market untuk meningkatkan pengaruh globalnya," kata Xue Yi.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading