Trump Klaim Menang, Perang Dagang Bikin Rakyat AS Susah

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
11 May 2019 08:08
Trump Klaim Menang, Perang Dagang Bikin Rakyat AS Susah
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah memenangkan perang dagang melawan China. Trump menegaskan tarif impor terbarunya yang diterapkan pada barang-barang asal China akan membuat AS memaksa Negeri Panda tersebut untuk menyetor US$ 100 miliar ke Departemen Keuangan AS.

Klaim Trump tersebut dinilai berlebihan. Presiden AS tersebut seolah-olah tidak mengetahui siapa yang membayar bea cukai pada akhirnya.


Menurut perkiraan dari Oxford Economics pengeluaran rumah tangga Amerika akan meningkat US$ 800. Ini sebabkan karena harga barang asal China akan menjadi lebih mahal karena dikenakan bea tarif tinggi.


Ujung-ujungnya tarif yang dikenakan oleh pemerintah AS tersebut akan dibebankan kepada konsumen Amerika.

Seperti diketahui, perundingan AS dan China pada Jumat (10/05/2019) berada di bawah tekanan. Peningkatan tekanan tersebut terjadi setelah Trump menaikkan tarif barang-barang China senilai $ 200 miliar.


Nah sebelum pertemuan berlangsun, Beijing balik merespons serangan Trump tersebut dan berjanji untuk membalas. Suasana panas inilah yang kemudian mewarnai pertemuan AS-China kemarin dengan tanpa hasil setelah isu perang dagang ini dimulai dari musim panas lalu.

Menurut Trump kebijakan pengenaan tarif atas produk China tersebut akan memberikan keuntungan bagi AS karena bea masuk tambahan yang sekarang akan mengalir ke Perbendaharaan A.S.

Namun pengenaan tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang Cina akan mengurangi pertumbuhan ekonomi AS.

Ekonom Greg Daco di Oxford Economics memperkirakan bahwa tarif yang berlaku sejak tahun lalu menekan produk domestik bruto AS sekitar 0,1 poin persentase tahun ini. Jika Cina membalas, menurut Daco, akan memangkas PDB AS sebesar 0,3 poin persentase tahun depan, biaya ekonomi AS sekitar $ 62 miliar.

Ini Pernyataan Trump Soal Kenaikan Tarif Produk China
[Gambas:Video CNBC]

Tarif yang lebih tinggi akan mendorong PDB AS di bawah 2% dan mengurangi pertumbuhan lapangan kerja sekitar 200.000 pekerjaan, menurut perkiraan Daco.

Jika pemerintah menindaklanjuti ancaman untuk mengenakan tarif 25% pada semua impor yang tersisa dari Cina, dan Cina membalas, Daco memperkirakan bahwa ekonomi AS akan kehilangan sekitar setengah persen dari pertumbuhan PDB.

"Itu akan menelan biaya setiap rumah tangga mendekati $ 800, dan menyebabkan 360.000 pekerjaan lebih sedikit diciptakan," menurut perkiraan Daco, seperti dikutip dari CNBC Internasional.


(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading