Pertemuan AS-China Selesai, Siap-siap Hadapi Masa Sulit

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
11 May 2019 07:38
Pertemuan AS-China Selesai, Siap-siap Hadapi Masa Sulit
Jakarta, CNBC Indonesia - Pembicaraan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China akhirnya selesai pada Jumat (10/5). Negosiator dagang China Liu He, yang juga wakil perdana menteri, telah meninggalkan Kantor Perwakilan Perdagangan AS.

"Pembicaraannya konstruktif antara kedua belah pihak. Itu saja. Terima kasih," kata Steven Mnuchin, Menteri Keuangan AS setelah Liu meninggalkan lokasi pertemuan. Demikian dilaporkan CNBC.


Mnuchin dan Robert Lighthizer, Perwakilan Dagang AS berjabat tangan dengan Liu etika ia meninggalkan kantor di Washington. Kemudian, dua pejabat administrasi Trump terlihat memasuki Gedung Putih setelah pembicaraan AS-China berakhir setelah berlangsung selama dua hari.


Dua negara dengan ekonomi terbesar dunia ini melakukan negosiasi dagang pada Kamis dan Jumat (9-10/5) untuk menyelamatkan kesepakatan perdagangan yang hampir diraih keduanya minggu lalu.

Namun, Amerika meningkatkan tarif atas barag impor dari China enilai $ 200 miliar menjadi 25% dari 10% pada Jumat setelah keputusan China untuk mundur dari komitmen utama perjanjian.

Menanggapi hal tersebut, China menyebut akan membalas atas kenaikan tarif tersebut, namun belum jelas tindakan apa yang akan diambil oleh negara Panda tersebut.



Investor memperhatikan pembicaraan dengan cermat. Indeks-indeks saham utama AS merosot pada Jumat setelah tarif diberlakukan dan cuitan Trump di akun pribadinya dan mengatakan bahwa pihaknya 'tak terburu-buru' untuk menyelesaikan kesepakatan.

Penetapan tarif oleh Amerika ini bertujuan untuk mengatasi pencurian kekayaan intelektual, transfer teknologi paksa dan defisit perdagangannya dengan China.

Trump berharap dengan adanya kenaikan tarif ini akan membuat China mau menandatangani kesepakatan. Namun perang dagang yang meluas ini sekaligus berisiko merusak ekonomi global dan mengalienasi pemilih jelang pencalonan Trump kedua kalinya tahun depan.

"Tarif akan membuat Negara kita JAUH LEBIH KUAT, bukan lebih lemah," tulis Trump

"Duduk dan saksikan saja! Sementara itu, China seharusnya tidak menegosiasikan kembali kesepakatan dengan AS pada menit terakhir," lanjutnya.

Setelah pertemuan kemarin berakhir, belum jelas kapan lagi kapan kedua negara akan melanjutkan negoasiasinya ini. Sementara Trump bahkan dapat memberi tekanan lebih besar pada China untuk menyetujui persyaratan.

Dia bahkan mengancam akan mengenakan tarif 25% atas barang-barang asal China senilai $ 325 miliar yang masih belum ditetapkan.

Investor melihat potensi AS dan China untuk mencapai kesepakatan sebelum tarif mulai menggangu laba bersih perusahaan. Tarif ini tidak berlaku untuk barang yang dikirim sebelum 10 Mei. Hal itu menyisakan periode selama beberapa minggu bagi kedua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading