Dahsyat! IHSG Melempem, 7 Saham LQ45 Melesat Lebih 30%

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
27 September 2019 12:47
Terlebih lagi, jika hari ini terkoreksi cukup dalam, bursa saham acuan Indonesia berpotensi membukukan rapor merah.
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepanjang tahun berjalan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat hanya membukukan penguatan kurang dari 1%. Terlebih lagi, jika hari ini terkoreksi cukup dalam, bursa saham acuan Indonesia berpotensi membukukan rapor merah.

Meskipun demikian, jajaran saham yang masuk dalam kategori indeks LQ45 alias saham paling likuid, mampu mencatatkan cuan lebih dari 30%. Bahkan ada yang berhasil meroket dua kali lipat padahal dari sisi fundamental, saham tersebut tidak membukukan kinerja keuangan yang ciamik.

Berdasarkan data penutupan perdagangan kemarin (26/9/2019), tercatat sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD) saham perusahaan milik keluarga Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menduduki posisi jawara top gainers di jajaran indeks LQ45.

BRPT mencatatkan kenaikan harga saham hingga 108,16%, menjadi Rp 995/unit saham di tanggal 26 September 2019, dari Rp 478/unit saham per 28 Desember 2018.


Untuk diketahui, pada bulan Agustus lalu, saham perusahaan diperdagangkan dengan nilai baru setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) memutuskan melakukan stock split dengan rasio 1:5. Dengan persetujuan tersebut, maka nilai nominal saham emiten berkode BRPT ini akan menjadi Rp100 per saham dari Rp500 per saham sebelumnya.

Keputusan tersebut diambil oleh manajemen perusahaan agar valuasi saham BRPT menjadi lebih terjangkau bagi pelaku pasar, sehingga menarik lebih banyak investor.

Sepanjang Tahun IHSG Lesu, Tapi Saham LQ45 Tetap BerterbanganFoto: CNBC Indonesia/Dwi Ayunintyas


Hingga saat ini BRPT belum melaporkan kinerja keuangan semester I-2019, dan berdasarkan performa hingga kuartal pertama perusahaan membukukan penurunan laba bersih yang lebih dalam hingga 80,37% secara tahunan menjadi US$ 5,81 juta dari sebelumnya US$ 29,59 juta.

Lebih lanjut, saham lainnya yang juga mencatatkan imbal hasil selangit adalah PT Media Nusantara Citra Tbk/MNCN (80,43%), PT XL Axiata Tbk/EXCL (76,77%), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk/BTPS (73,82%), dan PT Chandra Asri Petrochemicals Tbk/TPIA (40,93%).

Lalu juga ada saham dari emiten pelat merah yakni, PT Jasa Marga Tbk/JSMR dan PT Aneka Tambang Tbk/ANTM yang masing-masing membukukan cuan sebesar 34,25% dan 32,68%.

Saham emiten media asuhan Harry Tanoe sangat diminati oleh investor mengingat prospek bisnis perusahaan ke depan yang cukup cerah.

MNCN belum lama ini mendapatkan hak siar atas penayangan Euro 2020, kompetisi sepak bola bergengsi di Eropa. Selain itu perusahaan diketahui telah resmi berencana membentuk usaha patungan (joint venture) dengan iQIYI, perusahaan digital internet asal China.

Terlebih lagi capaian laba pada paruh pertama tahun ini juga sangat fantastis, di mana total keuntungan yang dikantongi perusahaan meroket 81,88% YoY menjadi Rp 1,16 triliun.

Lebih lanjut, tampaknya dengan alasan yang sama, yakni prospek bisnis, pelaku pasar juga memburu saham EXCL, BTPS, TPIA, JSMR, dan ANTM

Sebagai contoh, Induk EXCL, Axiata Group Berhard diketahui memang berencana melakukan merger anak usahanya di Indonesia dan Malaysia sebagai strategi utama yang akan ditempuh di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi global.

Chief Executive Officer Axiata Jamaludin Ibrahim menegaskan bahwa potensi merger terbuka untuk operasi bisnis perusahaan di Indonesia dan Malaysia dalam 3-5 tahun mendatang.

"Konsolidasi adalah kunci pembuktian bagi masa depan kami dalam jangka menengah mengingat [ketatnya] tantangan di industri ini," kata Jamaludin Ibrahim, CEO Axiata Group, dikutip the star.com.my, Selasa(17/9/2019).

Sedangkan ANTM dipilih mengingat pemasukan utama perusahaan adalah penjualan komoditas emas yang belakangan ini banyak diburu oleh pelaku pasar. Alhasil, tingginya permintaan akan mendongkrak pemasukan perusahaan.

TIM RISET CNBC INDONESIA
Artikel Selanjutnya

5 Saham LQ45 Beri Cuan di Atas 20%, Mari Simak Kinerjanya


(dwa/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading