DP Beli Mobil-Motor Turun, Saham Otomotif Kok Loyo?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
20 September 2019 10:37
Produsen otomotif baru saja mendapatkan angin segar dengan diberikannya pelonggaran aturan makroprudensial melalui loan to value (LTV) untuk uang muka.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pagi ini saham-saham otomotif mayoritas mengalami penurunan, padahal produsen otomotif baru saja mendapatkan angin segar dengan diberikannya pelonggaran aturan makroprudensial melalui loan to value (LTV) untuk uang muka.

Tercatat setelah satu jam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Astra Internasional Tbk. (ASII) turun 0,76% ke Rp 6.550/saham, saham PT Astra Otoparts turun 0,38% dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. melemah 0,57%.

Satu-satunya saham yang mengalami penguatan hanya PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) yang naik 0,70%.

Bank Indonesia (BI) baru saja memberikan insentif yang membuat uang muka atau DP KPR dan kredit kendaraan bermotor menjadi lebih murah.


Dalam insentif ini, down payment (DP) untuk kendaraan bermotor diberikan di kisaran 5%-10%serta tambahan keringanan rasio LTV untuk kendaraan yang berwawasan lingkungan sebesar 5%.

"Ketentuan tersebut berlaku efektif sejak 2 Desember 2019," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Gedung BI, Kamis (19/9/2019).

Namun, tak bergairahnya saham di sektor ini disebabkan karena munculnya wacana pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil jenis Low Cost Green Car (LCGC) sebesar 3%. Selama ini pemerintah tak mengenakan pajak untuk mobil jenis ini alias 0%.

Seperti diketahui, pasar LCGC di Indonesia ini masih dikuasai oleh Astra melalui produknya dari Toyota dan Daihatsu.

Insentif Jadi Kunci untuk Mobil Listrik
[Gambas:Video CNBC]


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading