Siap IPO, Gunung Raja Paksi Tawar Harga Rp 825 - 900/saham

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
03 September 2019 11:54
PT Gunung Raja Paksi menawarkan harga Rp 825 - Rp 900/saham.

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten baja asal Cikarang, PT Gunung Raja Paksi menawarkan harga Rp 825 - Rp 900/saham dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Perseroan menargetkan bisa mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 September mendatang.

Perseroan berencana melepas 1,24 miliar saham baru atau setara 10,21% persen. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraih dana IPO bisa mencapai Rp 1,02 triliun-1,12 triliun.

Hasil penggunaan dana dari IPO sebesar 99,52% akan digunakan untuk melunasi utang dalam rangka pembelian aset tetap dan biaya operasi. Sisanya, 0,48% untuk modal kerja.


Alouisius Maseimilian, Direktur Utama Gunung Raja Paksi menyampaikan, industri baja domestik masih memiliki ruang untuk terus tumbuh. Hal ini sejalan dengan konsumsi baja nasional yang meningkat seiring dengan naiknya alokasi anggaran infrastruktur pemerintah untuk membangun sejumlah proyek seperti jalan tol, pelabuhan, bandar udara, dan rel kereta api.

Alouisius menambahkan, konsumsi baja per kapita Indonesia juga masih cukup rendah dan kapasitas produksi baja domestik masih belum bisa memenuhi permintaan, sehingga Indonesia masih melakukan impor baja.

"Kami memutuskan go public, di mana secara langsung hal-hal tersebut kami yakini akan memberikan peluang bagi bisnis perseroan ke depan," kata Alouisius, dalam gelaran paparan publik di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan Obligasi Wajib Konversi yang akan jatuh tempo 30 September 2019 senilai Rp 1,41 triliun.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Gunung Raja Paksi akan melangsungkan penawaran awal pada 3-5 September 2019 dengan masa penawaran umum pada 12-13 September 2019.

Menilik dari performa keuangan, pada triwulan pertama 2019, Gunung Raja Paksi mencatatkan penurunan penjualan 15,18% menjadi US$ 212,13 juta dari sebelumnya US$ 250,10 juta.

Sejalan dengan turunnya pendapatan, laba usaha juga terkoreksi cukup tajam 83,7% secara tahunan menjadi 3,96 juta US$ dari periode sebelumnya US$ 23,3 juta US$.

Dari sisi aset, hingga 31 Maret 2019 tercatat sebesar US$ 1,09 miliar dengan liabilitas US$ 553,28 juta dan total ekuitas US$ 533,67 juta.


Simak adu kuat bea anti-dumping baja.

[Gambas:Video CNBC]




(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading