Ibu Kota RI Pindah, Saham 5 Emiten Properti Ini Terbang

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
27 August 2019 12:45
Sebanyak lima emiten properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan harga saham cukup signifikan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak lima emiten properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan harga saham cukup signifikan pada penutupan sesi I, Selasa (27/8/2019) di tengah resminya keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Data perdagangan BEI mencatat, kelima emiten tersebut yakni PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Capri Nusa Property Tbk (CPRI), dan PT Sitara Propertindo Tbk (TARA).

Paling signifikan ialah kenaikan saham PPRO yang memimpin top gainers di BEI setelah sahamnya melesat hampir 19%. Bahkan sebelum ditutup saham anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini juga melesat hampir 22% di harga Rp 124/saham.


Harga Saham 5 Emiten Properti

EmitenHarga Saham (Rp)%
PPRO/PP Properti12118,63
APLN/Agung Podomoro1894,42
BSDE/Bumi Serpong1.4354,36
CPRI/Capri Nusa603,45
TARA/Sitara7252,84
Sumber: BEI, sesi I, 27 Agustus 2019

Besar kemungkinan salah satu katalis positif yang memantik aksi beli pelaku pasar adalah kabar bahwa PPRO telah melakukan kajian mendalam sebagai respons atas rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.


"Presiden telah menentukan lokasi ibu kota, kajian kami menjadi lebih fokus dan pada saatnya kami akan mengambil langkah yang tepat," kata Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO usai paparan publik di Bursa Efek Indonesia, Senin (26/8/2019).

Taufik menyebut, saat ini ada pemilik lahan yang sudah menawarkan skema kerja sama (joint venture) dengan luas area 500 hektare. Hanya saja, ia masih enggan menyebutkan secara gamblang nama perusahaan tersebut.

"Ada pemilik lahan di calon ibu kota baru datang ke kami mengajak kerja sama. Belum bisa di-disclose perusahaannya," jelas dia.

Adapun APLN juga sahamnya melesat. Bahkan di salah satu media nasional, APLN mengiklankan satu proyek properti premium di Kalimantan Timur yakni Borneo Bay City di Balikpapan.

Berikutnya BSDE yang didukung kepemilikan landbank di wilayah Kalimantan. Analis PT Sucor Sekuritas, Joey Faustian, dalam risetnya menjelaskan dampak pemindahan Ibu Kota Jakarta terhadap kinerja emiten properti. Dua emiten yang kena dampak positif ialah BSDE dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

BSDE, katanya, dikabarkan punya land bank seluas 500 hektare di Kalimantan Timur, terbagi dua di Balikpapan (270 ha) dan Samarinda (245 ha).

"Kami melihat kedua pengembang ini akan mendapat manfaat dari relokasi ibu kota ke Kalimantan Timur, yaitu BSDE dan CTRA. Namun, jika berita itu benar, kami percaya BSDE kemungkinan akan menjadi penerima manfaat utama karena Samboja terletak lebih dekat ke Balikpapan," kata Joey dalam risetnya.

Sementara dua emiten lainnya tidak berhubungan langsung dengan proyek properti di Kaltim. Situs resmi Sitara Propertindo mencatat beberapa proyek perusahaan tersebar di Solo, Purwakarta, dan Kemang Jakarta. Adapun Capri Nusa fokus di gedung perkantoran, gedung pertemuan dan resor di Pulau Nusa Penida, sebelah tenggara Pulau Bali.

"
Pemindahan ibu kota at least 5 tahun ke depan baru reflected ke fundamental perusahaan [properti]," kata analis senior PT Kresna Sekuritas Franky Rivan saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (26/8/2019).

Presiden Joko Widodo sebelumnya resmi mengumumkan bahwa ibu kota akan dipindahkan dari Jakarta ke Kalimatan Timur (Kaltim).

"Lokasi ibu kota baru yang ideal adalah sebagian Kabupaten Panajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kaltim)," kata Jokowi di Istana Negara, Senin (26/8/2019).


Simak kinerja emiten properti, masih lesu

[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Restrukturisasi Utang, PP Properti Rilis Obligasi Rp 1,2 T


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading