Belum Penuhi Free Float, SMBC Siap Lepas Sebagian Saham BTPN

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 August 2019 15:13
Belum Penuhi Free Float, SMBC Siap Lepas Sebagian Saham BTPN
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) menyatakan pemegang saham mayoritas perusahaan yakni Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) akan melepaskan sebagian porsi sahamnya untuk memenuhi aturan minimal saham publik yang beredar (free float) yakni 7,5%.

Direktur BTPN Dini Herdini mengatakan skema yang akan diambil perusahaan bukan dengan menerbitkan saham baru, tetapi dengan melepas kepemilikan dari pemegang saham mayoritas.

Saat ini SMBC diketahui masih berkoordinasi dengan regulator pasar modal dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



Mengacu data laporan keuangan Juni 2019, porsi kepemilikan saham SMBC sudah mencapai 97,34% atau sebanyak 7.932.311.297 saham, sementara saham publik hanya 1,49% atau sebanyak 121.406.672 saham. Adapun perseroan juga masih menyimpan saham treasuri yakni sebanyak 1,17%.

"SMBC kan pemegang saham mayoritas, karena cash offer kemarin mereka punya 97,34% dan mereka akan lepas sebagian kepada yang berminat," kaya Dini usai paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Dini belum menjelaskan berapa besar persentase saham yang akan dilepas, namun minimal jumlah yang akan dipenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan porsi publik baru 1,49%, artinya masih ada kewajiban pelepasan saham untuk publik sebanyak 6,01%.

Saat ini pihak perusahaan sudah berkoordinasi dengan regulator pasar modal yakni OJK dan juga otoritas bursa yakni Bursa Efek Indonesia untuk memenuhi aturan free float.

Menurut Peraturan Bursa No. I-A tentang pencatatan saham dan efek ekuitas lainnya yang diterbitkan perusahaan tercatat, ketentuan free float diatur dalam Ketentuan V.1, yakni jumlah saham yang dimiliki pemegang saham non-pengendali dan bukan pemegang saham utama paling kurang 50 juta saham dan minimal 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Dengan demikian, artinya BTPN sebagai perusahaan tercatat belum memenuhi kewajibannya sebagai perusahaan tercatat.

Bank BTPN merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) seiring dengan aturan kepemilikan tunggal perbankan di Indonesia. Bank ini telah resmi beroperasi pada awal Februari lalu.

Dengan adanya penggabungan usaha ini maka struktur pemegang saham BTPN juga mengalami perubahan.

Secara rinci, SMBC memegang 97,34%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 0,15%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 1,02%, dan publik 1,49%.

Pada kuartal I-2019 BTPN mencatatkan laba bersih Rp 506,6 miliar atau turun 5,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelum sebesar Rp 535,28 miliar.


Pada periode ini, BTPN menyalurkan kredit sebesar Rp 139,84 triliun. Angka ini meningkat 114,25% dibandingkan penyaluran kredit kuartal I-2018 sebesar Rp 65,27 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) meningkat 55,68% dari Rp 62,98 triliun menjadi Rp 98,05 triliun.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading