Kabar Mau Diakuisisi, Saham Bank Artos Disuspensi (Lagi)

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
22 August 2019 10:09
Alasan BEI menghentikan perdagangan saham karena terjadi peningkatan harga yang signifikan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham saham PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO). Alasan BEI menghentikan perdagangan saham karena terjadi peningkatan harga yang signifikan.

Dalam surat pengumuman yang disampaikan BEI, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan mengatakan Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Bank Artos di pasar reguler dan pasar tunai.

"Bursa menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan," kata Lidia.



Sebelumnya, CNBC Indonesia mendapat informasi eksklusif bahwa Bank Artos akan memiliki pengendali baru. Bank yang didirikan keluarga Hardy ini akan dikendalikan Jerry Ng dan Patrick Walujo.

Perubahan pengendali ini terjadi setelah Jerry Ng dan Patrick Walujo menguasai 51% saham Bank Artos.

Jerry Ng akan masuk melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) sebesar 37,65% dan Patrick Walujo masuk melalui WTT, perusahaan investasi berbasis di Hongkong, yang akan menguasai 13,35%.

Kedua akan masuk Bank Artos melalui mekanisme rights issue atau penerbitan saham baru. Pasca-rights issue, saham Arto Hardy akan menyusut dari 39,51% jadi 24,5% dan saham Sinatra Arto Hardy dan William Arto Hardy akan turun masing-masing dari 13,5% menjadi 1,5%, seperti dikutip dari prospektus aksi korporasi Bank Artos, Kamis (22/8/2019).

Bank Artos sendiri akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 September 2019 dengan salah satu mata acara pengambilalihan Bank Artos dan permohonan persetujuan dari pemegang saham untuk meningkatkan modal dasar perusahaan melalui skema penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Direktur Metamorfosis Ekosistem Indonesia Anika Faisal mengatakan alasan dicaploknya Bank Artos karena masih besarnya permintaan masyarakat akan kredit perbankan dan masih banyaknya sektor-sektor yang bisa dibiayai perbankan.

Namun sayang ia tidak bersedia menyebut berapa dana yang akan dikeluarkan untuk mencaplok Bank Artos. Ia juga tidak bersedia untuk menyebut berapa price to book value (PBV) ketika pihaknya mengambilalih Bank Artos.

"Bank Ini akan ditransfromasikan menjadi bank digital. Setelah kami masuk akan ada tambahan modal lagi sehingga bank naik kelas dari BUKU I menjadi BUKU II," ujar Anika Faisal di Jakarta, Rabu (20/8/2019).

Sebelumnya pada 20 Agustus lalu, suspensi juga dilakukan atas saham ARTO, lalu dibuka kembali pada Rabu kemarin 21 Agustus. Terakhir saham ARTO diperdagangkan di level Rp 830/saham.

Artikel Selanjutnya

Mantap! Saham Bank Artos Kembali Melesat 24,71%


(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading