Ulasan Teknikal IHSG

Ancaman Resesi AS Bikin IHSG Amblas, Bagaimana Esok?

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
15 August 2019 19:29
Ancaman Resesi AS Bikin IHSG Amblas, Bagaimana Esok?
Jakarta,CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahan dengan koreksi 0,16% di level 6.257, pada perdagangan Kamis ini (15/08/2019). Kondisi global yang cenderung negatif lebih dominan sehingga menyeret IHSG ke zona merah sepanjang hari.

Pagi tadi IHSG dibuka anjlok sebesar 1,19%, mengekor bursa saham Amerika Serikat (AS) yang juga anjlok hingga lebih dari 3%. Pelaku pasar di bursa Wall Street khawatir akan terjadi resesi dalam beberapa tahun mendatang di berbagai negara.

Hal ini tercermin dari inversi pada imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS bertenor 2 tahun yang berada di 1,973%, sementara yield 10 tahun berada 1,5826%. Merupakan inversi pertama untuk kedua tenor tersebut sejak Juni 2007, atau beberapa bulan sebelum krisis keuangan yang terjadi secara global.



Selain itu, pelaku pasar dalam negeri juga dag-dig-dug menunggu data ekspor impor yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pukul 11:00 WIB.

BPS mencatat ekspor turun 5,12% secara tahunan (year-on-year/YoY), impor turun 15,21% YoY dan neraca dagang mengalami defisit senilai US$ 63,5 juta, lebih kecil dibandingkan konsensus yang sebesar US$ 384,5 juta.

Meski angkanya dianggap cukup baik karena di bawah konsensus, pelaku pasar masih terdampak sentimen negatif dari global sehingga IHSG sesi I terkoreksi sebesar 1,09% ke level 6.199,22. Selepas penutupan sesi I, IHSG berangsur-angsur menipiskan koreksi sehingga pelemahan tersisa 0,16% pada penutupan.

Bagaimana dengan perdagangan Jumat besok?

Secara teknikal, IHSG justru memberikan sinyal penguatan seiring terbentuknya pola lilin putih (white candle) pada grafik candlestick dikarenakan terjadi penipisan pelemahan yang lumayan signifikan.

Secara posisi IHSG bergerak tipis di atas rata-rata nilainya dalam 5 hari terakhir, atau pada garis moving average/MA5 (garis berwarna hijau), yang dapat diartikan bahwa IHSG masih berpotensi menguat.

Secara momentum, IHSG berada pada wilayah netral menurut indikator Relative Strength Index (RSI), yang artinya peluang kenaikan maupun penurunan masih terbuka bagi IHSG esok.

Meski IHSG Ditutup Negatif, Namun Meninggalkan Sinyal MenguatSumber: Refinitiv

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading