Kok Marak Saham Gorengan sih! Apa Kata BEI?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 July 2019 16:42
Jawaban BEI soal saham gorengan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan adanya daftar saham-saham yang bergerak di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) dan penghentian perdagangan sementara (suspensi) saham bertujuan agar investor bisa mencari informasi terkait dengan emiten.

Selain itu, dua instrumen BEI untuk menjaga pasar modal tetap teratur, wajar dan efisien itu juga diterapkan guna mempertimbangkan kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi atas emiten terkait.

Kristian Sihar Manulang, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, mengatakan baik UMA maupun suspensi diterapkan untuk memberi waktu bagi investor untuk mencari informasi lebih dalam dan mempertimbangkan dengan cermat keputusan investasi.


"Bursa akan selalu memantau aktivitas, pergerakan harga dan pola transaksi dari tiap saham yang diperdagangkan di bursa dan melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan kewenangan Bursa," kata Kristian, kepada CNBC Indonesia, Senin (22/7/2019).

Belakangan ini ramai kembali saham-saham yang bergerak di luar kebiasaan (UMA) dan terjadi beberapa suspensi saham di Bursa. Bahkan pekan lalu, saham emiten pendatang baru yakni PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) mengalami penurunan harga terdalam yakni mencapai 64,21% dari Rp 570/saham di awal pekan (15/7) menjadi Rp 204/saham pada Jumat lalu (19/7).


Kepala Riset PT Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menilai tindakan otoritas bursa melalui suspensi dan UMA dinilai belum cukup ampuh menangkal saham-saham gorengan di BEI.

Saham gorengan, sederhananya adalah saham-saham yang ditransaksikan di bursa yang mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan, bahkan bisa juga turun drastis tanpa disertai fundamental yang jelas dari perusahaan tersebut.

UMA adalah instrumen pengawasan yang hanya diberikan oleh tim Divisi Pengawasan dan Transaksi BEI. Adapun tim dari Divisi Penilaian Perusahaan BEI tidak akan melalui UMA tetapi langsung melakukan suspensi atas saham tertentu.

Alfred menilai, fenomena ini bukanlah hal baru di pasar modal Tanah Air. Padahal, ini bisa merugikan investor pemula yang tergiur kenaikan harga saham yang tinggi dalam waktu singkat.


"Bagi investor pemula yang masih awam, ini bisa menjadi jebakan," kata Alfred kepada CNBC Indonesia, Senin (22/7/2019).

Tim Riset CNBC Indonesia mencatat, dalam sebulan terakhir, BEI sudah mencatat 10 saham yang harganya masuk UMA. S
etelah ditilik lebih detail, mayoritas (60%) emiten yang masuk dalam daftar tersebut ternyata belum lama ini baru saja melantai di BEI.

Keenam emiten yang dimaksud di antaranya PT Arkha Jayanti Persada tbk, PT Berkah Prima Perkasa Tbk, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk, PT Jasnita Telekomunikasi Tbk, PT Golden Flower Tbk, PT Bliss Properti Indonesia Tbk.

Tanggal UMAPerusahaanKode Emiten
19-Jul-19PT Global Teleshop TbkGLOB
18-Jul-19PT Arkha Jayanti Persada TbkARKA
16-Jul-19PT Berkah Prima Perkasa TbkBLUE
12-Jul-19PT Indo Komoditi Korpora TbkINCF
11-Jul-19PT Trikomsel Oke TbkTRIO
8-Jul-19PT Krida Jaringan Nusantara TbkKJEN
5-Jul-19PT Jasnita Telekomindo TbkJAST
3-Jul-19PT Golden Flower TbkPOLU
26-Jun-19PT Bliss Properti Indonesia TbkPOSA
24-Jun-19PT Sentral Mitra Informatika TbkLUCK

BEI meminta investor untuk dengan cermat memperhatikan jawaban perusahaan tersebut atas permintaan konfirmasi bursa, kinerja perusahaan, dan keterbukaan informasinya.

Investor dan calon investor juga perlu mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari atas emiten tersebut.


Simak saham tidur di Bursa Efek Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading