BEI: Merrill Lynch Sekuritas Sudah Mulai Exit Audit

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 July 2019 09:19
BEI: Merrill Lynch Sekuritas Sudah Mulai Exit Audit
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) membenarkan bahwa salah satu Anggota Bursa (AB) yakni PT Merrill Lynch Sekuritas Indonesia (MLSI) akan undur diri. Bahkan saat ini broker asing tersebut sudah memulai proses exit audit untuk memastikan tak ada lagi kewajiban sebagai AB yang belum dipenuhi kepada Bursa.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan rencana pengunduran diri sekuritas itu sebagai AB telah disampaikan kepada Bursa. Meski dia enggan menjelaskan lebih lanjut kapan Merrill Lynch Sekuritas resmi tak lagi menyandang status AB.

"Sudah bilang ke Bursa, kapannya nanti akan ada pengumuman resmi," kata Laksono kepada CNBC Indonesia, Rabu (17/7/2019).


Sumber CNBC Indonesia menyebutkan bahwa MLSI resmi menutup aktivitas perantara pedagang efek atau brokerage di Indonesia. Penutupan bisnis ini sebatas pada lini brokerage saja, MLSI masih tetap menjalankan bisnis keuangan di Indonesia sebagai investment banking.

"Rencana tutup [bisnis brokerage] sudah lama, lebih dahulu dibandingkan Deutcsche (PT Deutsche Sekuritas Indonesia). Mereka (MLSI) tak lagi menjalankan bisnis brokerage otomatis status Anggota Bursa akan dicabut," kata sumber tersebut kepada CNBC Indonesia, Selasa (16/07/2018).

Sumber tersebut menyebutkan, salah satu alasan broker dengan kode ML tersebut menutup bisnis brokernya adalah keuntungan yang semakin tipis dari bisnis tersebut. "Tapi tidak tutup sepenuhnya loh ya. Mereka masih menjalankan bisnis investment banking," tutur sumber tersebut.

Merrill Lynch tetap menjalankan bisnis perdagangan saham (brokerage). Namun broker asal negeri Paman Sam ini akan menggunakan jasa pihak ketiga untuk ikut bertransaksi. 

CNBC Indonesia belum berhasil mengontak manajemen broker ini kepada dua direksinya, Prijadi dan Yaduhu Immanuel untuk bertanya soal nihilnya transaksi ini. Ketika coba dikontak kantor perusahaan, staf di perusahaan sekuritas ini sama sekali tidak mengetahui informasi tersebut.

Merrill Lynch Sekuritas Indonesia diketahui tidak melakukan transaksi perdagangan saham sejak 11 Juli 2019 di BEI. Data perdagangan BEI mencatat, sekuritas ini terakhir kali bertransaksi saham pada Rabu, 10 Juli lalu.

Pada awal Juli, sekuritas ini sebetulnya masih mencatatkan transaksi cukup ramai. Namun, mulai Senin 8 Juli, perusahaan hanya melakukan satu kali transaksi yakni 1 lot saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) atau 100 saham BMRI.

Hari berikutnya, Selasa 9 Juli, transaksi juga sekali dilakukan atas saham BMRI sebanyak 1 lot saham. Esoknya, Rabu 10 Juli terjadi transaksi juga di saham BMRI sebanyak 4 lot, terdiri dari 3 lot jual dan 1 lot beli.

Saham perusahaan sekuritas berkode broker ML ini dimiliki mayoritas oleh Merrill Lynch International Inc sebesar 80%, sementara PT Persada Kian Pastilestari sebesar 20%. Persada, menurut pemberitaan AP News pada 9 Januari 1996 ketika mendapat lisensi atau izin dari otoritas pasar modal, dikendalikan oleh Hashim Djojohadikusumo, adik dari mantan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.



(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading