Saham JSMR & PTPP Ambruk, Sentimen Kecelakaan Cor Beton?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
10 July 2019 12:03
Saham JSMR & PTPP Ambruk, Sentimen Kecelakaan Cor Beton?
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT PP Tbk (PTPP) ambruk pada perdagangan sesi I Rabu ini (10/7/2019) di tengah kabar jatuhnya beton pengecoran tiang pancang Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi 3A yakni di P109 Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor, Jawa Barat.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, pada pukul 11.27 WIB, saham JSMR minus 0,88% di level Rp 5.650/saham, dengan nilai transaksi Rp 6,94 miliar dengan volume perdagangan 1,22 juta saham.

Investor asing masuk hari ini sebesar Rp 1,01 miliar di pasar regular, sementara di pasar negosiasi dan tunai, asing lepas Rp 685,81 juta. Asing, secara year to date (ytd) atau tahun berjalan, keluar (net sell) hingga Rp 799 miliar. Saham JSMR secara ytd melesat 31,41%.

Adapun saham PTPP minus 1,91% di level Rp 2.130/saham dengan nilai transaksi Rp 27,10 miliar dan volume perdagangan 12,77 juta saham. Secara ytd saham PTPP naik 18%.

Asing hari ini masuk di PTPP Rp 8,42 miliar, kendati secara ytd asing keluar Rp 540 miliar.

Foto: Proyek Tol BORR yang Ambruk (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sentimen negatif bagi Jasa Marga adalah ambruknya salah satu tiang pancang Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi 3A yakni di P109 Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor, Jawa Barat, saat dilakukan pengecoran pada Rabu pagi ini (10/7/2019). Hal itu berdampak pada pengalihan arus lalu lintas.


Tol BORR dikelola oleh 
PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku anak usaha Jasa Marga, sementara kontraktor untuk seksi ini ialah PTPP.

Marga Sarana Jabar adalah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) berbentuk usaha patungan, pemegang konsesi pengelolaan jalan tol BORR yang didirikan pada tanggal 11 Mei 2007.


Komposisi sahamnya yakni sebesar 55% dimiliki oleh JSMR, 30% dimiliki oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP), dan 15% dimiliki oleh Jasa Sarana, BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Saat ini, MSJ telah menghentikan pekerjaan sementara untuk mengevaluasi metode pelaksanaan proyek secara menyeluruh. Evaluasi itu melibatkan Kontraktor PT PP dan konsultan PT Indec KSO agar kejadian yang sama tidak terjadi di waktu mendatang.

"
Kami menargetkan siang hari ini arus lalu lintas diupayakan dapat berfungsi normal kembali," kata Direktur Utama MSJ Hendro Atmodjo, dalam keterangannya kepada reporter CNBC Indonesia.


(tas/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading