BCA dan BRI Puncaki Kapitalisasi Pasar di Bursa Saham

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
06 July 2019 16:14
BCA dan BRI Puncaki Kapitalisasi Pasar di Bursa Saham
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten perbankan semakin mendominasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia. Dua bank yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berada di puncak klasemen emiten berkapitalisasi pasar terbesar. 

Data Refinitiv menunjukkan saat ini kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) BBCA dan BBRI masing-masing Rp 725,76 triliun dan Rp 535,2 triliun, yang sudah naik 14,92% dan 20,22% sejak akhir tahun 2018 (year to date, Ytd). 

Saat ini, kapitalisasi pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat Rp 7.220,33 triliun. 


Kapitalisasi pasar adalah besaran perusahaan dilihat dari jumlah saham beredar masing-masing perusahaan dikalikan dengan harga sahamnya di pasar. 


Untuk IHSG, nilai market cap-nya didapatkan dari jumlah kapitalisasi pasar seluruh 638 saham emiten yang tercatat di BEI. 

Saat ini, BCA adalah bank swasta nasional dengan aset terbesar, sedangkan BBRI memiliki predikat sebagai bank BUMN dan bank nasional dengan aset terbesar. 

Setelah BCA dan BRI, terdapat nama bank pelat merah lain yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang berada di posisi kelima dan kedelapan kapitalisasi pasar terbesar di pasar saham Indonesia. 

Keempat bank terbesar di Indonesia tersebut saja sudah menguasai 22,99% bobot terhadap IHSG.  

Selain sektor keuangan yang menjadi payung sub sektor perbankan, di bursa terdapat delapan sektor lain dan satu sektor khusus yaitu manufaktur. 

Delapan sektor yang lain adalah barang konsumsi, pertambangan, infrastruktur, industri dasar, agribisnis, perdagangan dan jasa, aneka industri, serta properti dan real estate

Ke depannya, pasar saham domestik dan global masih menunggu realisasi dari penurunan suku bunga acuan global, khususnya di Amerika Serikat (AS) yang menjadi salah satu kiblat pasar keuangan dunia dan juga di Indonesia. 

Penurunan suku bunga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi, bisnis, dan investasi serta ekspektasi ke depannya dari faktor-faktor tersebut, sehingga dapat memompa sentimen positif terhadap produk investasi keuangan, salah satunya saham. 

Sentimen itu akhirnya dapat merealisasikan niat beli dari investor yang selama ini menunggu momentum untuk membeli lebih banyak lagi efek di pasar keuangan sehingga dapat mendorong pasar saham mengalami penguatan setidaknya hingga akhir tahun ini. 

Selain faktor suku bunga, faktor pelantikan presiden secara resmi Oktober nanti serta R-APBN 2020 akan menjadi sentimen tersendiri terhadap pasar keuangan Indonesia ke depannya.  


TIM RISET CNBC INDONESIA


(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading