Dibicarakan Broker, Amazon Mau Beli Lahan DMAS di Bekasi?

Market - Syarizal Sidik, CNBC Indonesia
27 June 2019 11:39
Dibicarakan Broker, Amazon Mau Beli Lahan DMAS di Bekasi?
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat, Amazon dikabarkan akan membeli lahan milik emiten pengembang kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) untuk mengembangkan bisnis ekonomi digital di Indonesia.

Riset dari salah satu broker menyebutkan, Amazon dan Puradelta Lestari sedang dalam pembicaraan terkait rencana pembelian lahan. Hanya saja, Amazon belum menyampaikan lebih detil mengenai luas lahan yang akan dibeli.


Amazon sudah menyampaikan rencana investasi senilai Rp 14 triliun untuk mengembangkan ekonomi digital tanah air, sekaligus menjadi bagian dari investasi besar perusahaan yang dipimpin Jeff Bezos itu mengembangkan e-commerce di Asia tenggara.


"Rencana investasi tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo oleh Wakil Presiden Amazon Werner Vogels," tulis riset tersebut yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (27/6/2019).

Sementara itu, Citigroup Sekuritas dalam catatanya juga mengulas soal saham DMAS yang dinilai mendapat rejeki nomplok pada kuartal I-2019 dari penjualan lahan seluas 9,1 hektare kepada pengembang proyek rel kereta cepat Jakarta-Bandung senilai Rp 559 miliar.

Menurut perkiraan Citigroup pre sales DMAS untuk 2010
bisa meningkat pada 2019 hingga 2021. "Kami percaya DMAS layak mendapat penilaian premium dan kami terus memiliki kepercayaan yang tinggi dalam pelaksanaan penjualan tanahnya karena permintaannya yang signifikan dan harga tanah komersial yang lebih baik dari perkiraan," tulis riset tersebut. 

Harga saham DMAS pada pedagangang hari ini sempat melesat hingga 5%. Namun pada pukun 11.20 WIB, harga saham DMAS tercatat hanya naik 3,01% ke harga Rp 274/saham, dengan volume transaksi 50,54 juta saham senilai Rp 13,93 miliar.

Bukan kali ini saja dikabarkan perusahaan raksasa e-commerce global berminat membeli lahan Puradelta. Sebelumnya, Alibaba digadang-gadang siap membeli lahan DMAS seluas 40 hektare untuk mengembangkan bisnis e-commerce dan logistik di Indonesia.

Direktur Puradelta, Hermawan Wijaya tidak menampik saat ini memang ada lebih dari 10 perusahaan yang menyatakan berminat membeli lahan perusahaan. Calon pembeli tersebut terdiri dari berbagai sektor mulai dari otomotif, e-commerce, hingga logistik. Lokasinya di Bekasi, Jawa Barat, kendati dia belum spesifik menyebutkan detailnya.

Jika dikalkulasi, luas permintaan lahan dari 10 perusahaan itu ditaksir mencapai 150-200 hektare.

"Kami belum boleh sebutkan nama, tapi memang ada beberapa sektor yang ditindaklanjuti, sektornya ada otomotif, e-commerce, logistik," kata Hermawan saat paparan publik perseroan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Sepanjang kuartal I-2019, Puradelta Lestari mencatatkan pra penjualan atau marketing sales senilai Rp 914 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi jika dibanding dengan marketing sales perusahaan secara tahunan.

Nilai tersebut juga sudah mencapai 73% dari total target marketing sales tahun ini yang dipatok di angka Rp 1,25 triliun.

Pra penjualan itu disumbang dari penjualan lahan industri seluas 19 hektare dan penjualan lahan komersial seluas 9 hektare.

Adapun sepanjang tahun lalu, pengembang kawasan Delta Mas ini mengantongi marketing sales sebesar Rp 884 miliar. Angka tersebut lebih rendah dari marketing sales yang ditargetkan sebelumnya sebesar Rp 1,25 triliun.

Di sisi lain, laba bersih DMAS tahun lalu sebesar Rp 496,20 miliar, turun 24,46% dari perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 657,11 miliar. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading