Ramai-ramai Minta Bunga Acuan BI Turun!

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
13 June 2019 09:20
Ramai-ramai Minta Bunga Acuan BI Turun!
Jakarta, CNBC Indonesia - Desakan menurunkan bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 Day Reverse Repo Rate makin mencuat. Bahkan, permintaan tersebut datang langsung dari pilar Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Pasalnya, era suku bunga tinggi kini sudah ditinggalkan, setelah ekspektasi pasar menganggap Federal Reserve (The Fed) kemungkinan bakal memangkas tingkat bunga acuannya sebesar 75 basis poin (bps).


Kondisi ini bahkan sudah direspons oleh sejumlah bank sentral negara-negara tetangga Indonesia seperti Malaysia (Bank Negara Malaysia), Australia (The Reserve Bank of Australia), dan India (Reserve Bank of India) yang menurunkan tingkat bunganya.


Bank sentral mau tidak mau harus memainkan peran yang berbeda. Jika tahun lalu bank sentral berperan sebagai peredam, rem, agar pertumbuhan ekonomi tidak terlalu cepat, tahun ini berganti menjadi agen pendorong pertumbuhan ekonomi.


Salah satunya adalah dengan menurunkan suku bunga acuan untuk mendukung ekspansi dunia usaha dan rumah tangga. Situasi ini diharapkan dapat menangkal sentimen yang berasal dari perlambatan ekonomi global.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, terakhir kali BI memangkas bunga acuan yakni pada September 2017 silam. Sejak saat itu hingga kini, BI secara bertahap mengerek naik bunga acuan hingga 175 bps.


Sejumlah pejabat negara sudah menyuarakan wacana agar BI mempertimbangkan penurunan suku bunga acuan. Di antaranya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

"Pada saat kondisinya berubah di negara negara maju, termasuk direction kebijakan moneter dan adanya tanda-tanda pelemahan ekonomi, saya rasa BI juga akan melakukan adjustment atau penyesuaian dari stance monetary policy-nya," kata Sri Mulyani.

Ramai-ramai Minta Bunga Acuan BI Turun!Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

"Bagaimana BI akan melakukan, saya tentu hormati BI karena mereka akan menggunakan policy suku bunga dan makroprudensial," jelas bendahara negara yang merupakan Ketua KSSK.

Wimboh Santoso, saat ditemui di kompleks kepresidenan, pun mengutarakan hal serupa.


"Indonesia sudah waktunya juga. Sudah waktunya menurunkan suku bunga. [...] Mestinya lebih cepat lebih bagus," kata Wimboh.

"Kami lakukan koordinasi secara rutin dengan Kementerian Keuangan, gubernur BI dalam rangka sharing informasi. Ini barang kali penting sebagai bahan pertimbangan BI untuk timingnya," jelasnya.


Tak hanya dari KSSK, dorongan penurunan suku bunga juga datang dari pengusaha. Tak ada pengecualian, dunia usaha pun menginginkan agar otoritas moneter dapat mempertimbangkan menurunkan bunga acuannya

"Indonesia menurut saya mau tidak mau harus ikut [menurunkan bunga acuan]," Wakil Ketua Kadin Bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik Raden Pardede.


Meski begitu, Raden mengingatkan penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) diharapkan tidak begitu saja dilakukan secara agresif. Pasalnya, penurunan bunga yang sporadis dapat memicu pembalikkan arus modal ke luar negeri.

Kondisi ini, tentu akan berpengaruh pada pergerakan nilai tukar rupiah yang cukup bergantung dari aliran modal asing. Ketika aliran modal keluar, maka rupiah pun akan ikut terseret arus pelemahan.


Lebih parahnya lagi, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) akan kembali membengkak.

"Jadi harus dijaga itu supaya rupiah juga jangan terjadi pelemahan yang sangat signifikkan. Jadi keseimbangan perlu dijaga. Kemudian dampaknya ke inflasi," jelasnya.


"Kalau misalkan rupiah terlampau karena arus modalnya keluar, itu kita juga akan kesulitan. Nah ini adalah persoalan yang agak pelik," tegas Raden.

Penurunan suku bunga BI, lanjut dia, harus dilakukan secara bertahap dan tetap mengacu pada arah kebijakan moneter di AS. Menurut Raden, ruang penurunan BI 7 Day Reverse Repo Rate tidak besar.

"Kalau The Fed turunkan 50 bps, menurut saya BI 25 bps saja. Itu tidak mengkhawatirkan. Arus modal tidak akan terus turun. Tapi kalau arahnya turun terus, kita juga bisa turunkan lagi," katanya.

Simak video tentang bank sentral yang sudah menurunkan bunga acuan di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading