Tak Ada Pengecualian, Bunga Acuan BI Harus Turun!

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
12 June 2019 - 18:47
Tak Ada Pengecualian, Bunga Acuan BI Harus Turun!
Jakarta, CNBC Indonesia - Era suku bunga tinggi mulai ditinggalkan, setelah ekspektasi pasar menganggap Federal Reserve (The Fed) kemungkinan bakal memangkas tingkat bunga acuannya sebesar 75 basis poin (bps).

Kondisi ini bahkan sudah direspons oleh sejumlah bank sentral negara-negara tetangga Indonesia seperti Malaysia (Bank Negara Malaysia), Australia (The Reserve Bank of Australia), dan India (Reserve Bank of India) yang menurunkan tingkat bunganya.

Indonesia, pun diharapkan dapat melakukan hal serupa mengingat setiap kali kebijakan moneter di negeri Paman Sam berubah, akan cukup berdampak bagi perekonomian global, termasuk Indonesia.


"Indonesia menurut saya mau tidak mau harus ikut [menurunkan bunga acuan]," Wakil Ketua Kadin Bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik Raden Pardede di kompleks kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Meski begitu, Raden mengingatkan penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) diharapkan tidak begitu saja dilakukan secara agresif. Pasalnya, penurunan bunga yang agresif dapat memicu pembalikkan arus modal ke luar negeri.




Kondisi ini, tentu akan berpengaruh pada pergerakan nilai tukar rupiah yang cukup bergantung dari aliran modal asing. Ketika aliran modal keluar, maka rupiah pun akan ikut terseret arus pelemahan.

"Jadi harus dijaga itu supaya rupiah juga jangan terjadi pelemahan yang sangat signifikan. Jadi keseimbangan perlu dijaga. Kemudian dampaknya ke inflasi," jelasnya.

"Kalau misalkan rupiah terlampau karena arus modalnya keluar, itu kita juga akan kesulitan. Nah ini adalah persoalan yang agak pelik," tegas Raden.

Penurunan suku bunga BI, lanjut dia, harus dilakukan secara bertahap dan tetap mengacu pada arah kebijakan moneter di AS. Menurut Raden, ruang penurunan BI 7 Day Reverse Repo Rate tidak besar.

"Kalau The Fed turunkan 50 bps, menurut saya BI 25 bps saja. Itu tidak mengkhawatirkan. Arus modal tidak akan terus turun. Tapi kalau arahnya turun terus, kita juga bisa turunkan lagi," katanya.







(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading