Saham Japfa Dilepas Investor Asing Rp 1,69 T, Ada Apa sih?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
11 June 2019 11:32
Saham Japfa Dilepas Investor Asing Rp 1,69 T, Ada Apa sih?
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten pakan ternak dan unggas (poultry), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) sejauh ini belum pulih, bahkan sejak awal tahun hingga saat ini atau year to date (ytd) anjlok hingga 30,47% di level Rp 1.495/saham.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat, harga tertinggi Japfa sempat dicapai pada Februari yakni menembus Rp 3.050/saham, kemudian amblas ke level terbawah Rp 1.300/saham pada Mei lalu akibat rendahnya harga daging ayam rata-rata nasional sejak awal bulan lalu.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan harga daging ayam rata-rata nasional sejak awal Mei masih berada di level rendah Rp 34.450/kg.


Ditambah lagi, sebelumnya pada Februari, pemegang sahamnya KKR & Co Inc juga melakukan penjualan saham JPFA mencapai Rp 853,1 miliar. Perusahaan investasi ini melepas 385 juta (3,28%) saham JPFA senilai Rp 847 miliar di harga Rp 2.200/saham.

Pada perdagangan Selasa hari ini (11/6/2019), pukul 11.04 WIB, saham JPFA minus 1,65% di level Rp 1.490/saham dengan nilai transaksi Rp 10,23 miliar dan volume perdagangan 6,88 juta saham. Sejak awal tahun hingga Selasa ini (ytd), saham JPFA amblas 30,47%.


Total ytd, asing sudah lepas saham Japfa mencapai Rp 1,69 triliun di semua pasar.

Dari sisi fundamental, penjualan JPFA pada kuartal I-2019 sebenarnya mengalami kenaikan sebesar 11,8% menjadi Rp 8,56 triliun, namun laba bersih turun 28,2% akibat penurunan margin laba hanya menjadi Rp 310,74 miliar atau terjadi penurunan dibandingkan periode sama 2018 yang mencapai Rp 433,39 miliar.

Alhasil, dari sisi fundamental ini, sentimen kinerja keuangan ini membuat saham perusahaan masih terkoreksi.

Padahal pada Mei lalu, Japfa baru masuk dalam indeks saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), bersama dengan dua emiten lainnya yakni  PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Ketiganya menggantikan anggota lama yakni 
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang keluar dari JII.


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading