Asing Masih Betah Keluar, Saham 3 Bank Ini Ramai Dijual

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
17 May 2019 10:09
Asing Masih Betah Keluar, Saham 3 Bank Ini Ramai Dijual
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/5/2019) di level 5.930,27. Namun sejak awal tahun, IHSG masih mencatatkan minus 4,6% hingga saat ini.

Tekanan jual investor asing (net sell) yang begitu tinggi di pasar saham domestik membuat IHSG belum kuat untuk bertahan di zona hijau dalam beberapa hari terakhir. Bahkan dalam sepekan ini saja, IHSG sudah minus 4,84% dan dalam sebulan terakhir ini IHSG minus 8,84%.

Net sell hari ini mencapai Rp 177,38 miliar dan secara tahun berjalan net sell sebesar Rp 1,39 triliun.

Rawannya koreksi IHSG ini berkaitan kondisi pasar modal global yang belum kondusif terpengaruh tensi tinggi perang dagang antara AS-China yang belum berkesudahan. Saling ancam tarif impor antar-kedua negara, kini berujung pada rencana China mengurangi porsi kepemilikan obligasi pemerintah AS, US Treasury.


Ditambah lagi, makroekonomi Indonesia juga belum kokoh secara fundamental. Sentimen negatif datang dari data neraca dagang RI yang defisit sebesar US$ 2,5 milia dan masih membekas di benak pelaku pasar. Defisit bulanan tersebut merupakan yang terdalam sepanjang sejarah dan lebih dalam dari defisit kuartal I-2018 sebesar US$ 1,41 miliar.

Kondisi itu membuat persepsi pasar terganggu dan dalam sepekan ini hingga perdagangan sesi I Jumat pukul 09.46 WIB, tiga bank BUKU 4 (bank dengan modal inti di atas Rp 30 triliun) terkena aksi jual investor asing.

Ketiganya yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/BBRI dengan nilai net sell mencapai Rp 834,05 miliar. Net sell itu membuat harga saham BBRI minus 6,31% dalam sepekan di level Rp 3.860/saham dan PBV atau price to book value (nilai buku) menjadi 2,44 kali.

PBV ini adalah penilaian harga saham dengan nilai buku perusahaan. Biasanya, saham yang memiliki rasio PBV besar, memiliki valuasi yang tinggi (overvalue) sedangkan saham yang memiliki PBV di bawah 1 memiliki valuasi yang rendah alias undervalue.

Saham bank yang kedua adalah PT Bank Central Asia Tbk/BBCA dengan net sell asing sepekan mencapai Rp 620,79 miliar. Net sell ini membuat saham BBCA minus 6,60% di level Rp 26.200/saham dan PBV 4,07 kali.

Berikutnya yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk/BBNI dengan net sell asing mencapai Rp 370,48 miliar. Aksi jual ini membuat saham BBNI minus 5,01% sepekan menjadi Rp 3.600/saham dan PBV 1,31 kali.


Tiga bank tersebut juga tercatat memiliki nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia cukup besar bobotnya. Bahkan BCA punya market cap terbesar yakni menembus Rp 643,50 triliun, Bank BRI Rp 472 triliun, dan Bank Negara Indonesia punya market cap Rp 151,52 triliun.

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading