BBRI Bakal Buyback Saham Rp 3 T, Ternyata Buat Ini!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
24 January 2022 12:25
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali menunjukan tajinya sebagai perusahaan dengan manajemen terbaik khususnya di bidang HR atau SDM. BRI memperoleh penghargaan internasional bergengsi yakni sebagai salah satu tempat bekerja terbaik di Asia atau Best Companies to Work For in Asia. Penghargaan diberikan oleh HR Asia Media, media di bidang HR profesional terpercaya di Asia.

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bank BUMN PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan nilai nominal diperkirakan mencapai Rp 3 triliun.

Menurut keterbukaan informasi yang diterbitkan di website Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi buyback dilakukan melalui BEI, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lambat 18 bulan sejak tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun 2022 (RUPST).

Dengan ini, perkiraan periode buyback BBRI akan dilaksanakan di rentang 1 Maret 2022 sampai 31 Agustus 2023.


Sebelumnya, BBRI telah menetapkan tanggal RUPST pada 1 Maret 2022 mendatang. Adapun, tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS pada 4 Februari 2022.

"Buyback dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dengan memperhatikan kondisi likuiditas serta permodalan perseroan dan peraturan yang berlaku," jelas manajemen BBRI dalam keterbukaan informasi, dikutip CNBC Indonesia, Senin (24/1/2022).

Menurut penjelasan BBRI, aksi buyback diyakini tidak mempengaruhi kondisi keuangan BBRI. "Modal kerja perseroan, sampai dengan saat ini, memadai untuk membiayai kegiatan usaha," kata manajemen BBRI.

Pihak BBRI menambahkan, dengan asumsi perseroan menggunakan kas internal untuk buyback, maka aset dan ekuitas diperkirakan akan menurun sebesar-besarnya sejumlah perkiraan nilai buyback dan perkiraan biaya buyback.

Pelaksanaan buyback diprediksi, jelas manajemen BBRI, tidak akan mempengaruhi perseroan, baik pendapatan maupun biaya operasional, secara signifikan.

"Dengan demikian, pelaksanaan buyback diyakini tidak akan berdampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan. Dalam hal ini, modal kerja, cash flow dan Capital Adequacy Ratio (CAR) Perseroan cukup untuk pembiayaan buyback bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan," kata manajemen BBRI.

Rencananya, saham hasil buyback ini akan digunakan untuk program kepemilikan saham pekerja dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris BBRI.

Menurut penjelasan BBRI, alokasi saham hasil buyback untuk program tersebut dirancang bertahap dimulai pada tahun 2022.

Untuk itu, jelas BBRI, perseroan menyusun perkiraan jadwal dan rencana pelaksanaan program yang berkelanjutan.

"Dengan demikian, pada saat proses pengalihan saham hasil buyback, perseroan akan menghentikan sementara buyback melalui BEI. Selaras dengan itu, Perseroan akan melanjutkan kembali buyback setelah pengalihan sebagian saham hasil buyback dilakukan," jelas manajemen BBRI.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BRI Rights Issue Terbesar di ASEAN, Sahamnya Lompat 3,3%


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading