Bos Batu Bara Tajir Berjamaah, Sahamnya Kembali Melejit

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
24 January 2022 11:15
Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Pemerintah memutuskan untuk menyetop ekspor batu bara pada 1–31 Januari 2022 guna menjamin terpenuhinya pasokan komoditas tersebut untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan independent power producer (IPP) dalam negeri. Kurangnya pasokan batubara dalam negeri ini akan berdampak kepada lebih dari 10 juta pelanggan PLN, mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten batubara melesat pada perdagangan awal pekan, Senin (24/1/2022), seiring harga komoditas ini yang kembali menggeliat akhir-akhir ini.

Berikut kenaikan saham batubara berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.09 WIB.

  1. Golden Eagle Energy (SMMT), naik 22,15% ke Rp 386/saham


  2. Indika Energy (INDY), naik 14,83%, ke Rp 1.820/saham

  3. Delta Dunia Makmur (DOID), naik 8,33%, ke Rp 260/saham

  4. Alfa Energi Investama (FIRE), naik 7,57%, ke Rp 398/saham

  5. Resource Alam Indonesia (KKGI), naik 6,00%, ke Rp 318/saham

  6. Bumi Resources (BUMI), naik 4,48%, ke Rp 70/saham

  7. Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS), naik 4,29%, ke Rp 73/saham

  8. Indo Tambangraya Megah (ITMG), naik 2,16%, ke Rp 21.250/saham

  9. TBS Energi Utama (TOBA), naik 1,32%, ke Rp 1.540/saham

  10. ABM Investama (ABMM), naik 1,09%, ke Rp 1.395/saham

  11. Atlas Resources (ARII), naik 0,81%, ke Rp 248/saham

  12. Mitrabara Adiperdana (MBAP), naik 0,57%, ke Rp 3.540/saham

  13. Bukit Asam (PTBA), naik 0,35%, ke Rp 2.840/saham

  14. United Tractors (UNTR),  naik 0,32%, ke Rp 23.575/saham

Saham SMMT memimpin 'klasemen' dengan melesat 22,15% ke Rp 386/saham. Seiring dengan kenaikan saham, investor asing memborong saham SMMT dengan nilai beli bersih Rp 1,20 miliar.

Dalam sepekan, saham SMMT melonjak 49,23%. Sementara, sejak awal tahun (ytd) terbang 93,07%.

Saham INDY juga mencuat 14,83% ke Rp 1.820/saham pagi ini. Dalam sepekan, saham INDY terapresiasi 9,91%.

Setali tiga uang, saham DOID dan FIRE juga masing-masing terkerek 8,33% dan 7,57% pagi ini.

Harga batu bara melesat pada perdagangan akhir pekan lalu. Dengan demikian, batu bara mencatatkan kenaikan harga selama tiga minggu beruntun.

Akhir pekan lalu, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 214,95/ton. Melonjak 4,29% dari posisi penutupan hari sebelumnya.

Secara mingguan, harga batu bara naik 7,34% point-to-point. Harga si batu hitam naik selama tiga minggu berturut-turut. Dalam tiga minggu, harga meroket 41,65%.

Masih terbatasnya pasokan dan Indonesia membuat harga batu bara dunia 'terbang'. Meski pemerintah sudah mengizinkan sejumlah kapal berlayar untuk mengekspor batu bara, tetapi masih sangat terbatas.

Refinitiv mencatat ekspor batu bara Ibu Pertiwi pada bulan ini hingga 21 Januari baru 633.606 ton. Masih jauh dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,27 juta ton.

Indonesia memang memainkan peran penting dalam pembentukan harga batu bara. Sebab, Indonesia adalah eksportir batu bara terbesar dunia. Saat tidak ada pasokan dari Indonesia, pasar batu bara dunia akan terasa hampa sehingga harga terdongkrak.

Jadi ketika suplai batu bara Indonesia berangsur-angsur mulai masuk, harga pun mulai 'jinak'. Sebegitu besarnya peran Indonesia di pasar batu bara. Lewat batu bara, Indonesia bisa men-skakmat dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ambles Berjamaah, Saham Batu Bara Diobral karena Ambil Untung


(adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading