Jadi Saham Paling Cuan, Ada Apa dengan Saham Kapuas Prima?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
23 April 2019 15:19
PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) memimpin top gainers pada perdagangan Sesi II.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang mineral, PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) memimpin top gainers pada perdagangan Sesi II, Selasa (23/4/2019), di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data BEI mencatat, pada perdagangan pukul 15.02 WIB, saham ZINC melesat 10,81% di level Rp 615/saham. Volume perdagangan mencapai 135,13 juta saham dengan nilai transaksi harian Rp 79,44 miliar.

Sejak awal tahun (year to date), saham ZINC sudah memberikan keuntungan kepada investor hingga 92,19% dan dalam 3 bulan terakhir bahkan saham perusahaan tambang mineral zinc dan perak ini meroket 103%.


Belum ada sentimen kuat dari perusahaan ini selain harga komoditas mineral yang masih di level rendah kendati mulai merangkak naik. 
Bloomberg, mencatat harga perak (silver) di Bursa Berjangka Comex masih di level rendah yakni US$ 14,99/troy ounze, turun 0,48%. Harga silver pernah menyentuh level tertinggi setahun terakhir di Februari lalu yakni US$ 41,69/troy ounze.

Kapuas Prima Coal didirikan sejak 2005 dan fokus pada pertambangan dan perdagangan.

Mengacu laporan keuangan ZINC, sepanjang tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih mencapai Rp 110,15 miliar, melesat 143% dari tahun 2017 sebesar Rp 45,24 miliar.

Kenaikan laba bersih ini seiring dengan pendapatan yang juga naik menjadi Rp 754,55 miliar dari sebelumnya Rp 435,87 miliar.


Penjualan terbesar yakni dari zinc sebesar Rp 433 miliar dari sebelumnya Rp 276 miliar, disusul penjualan galena-timbal sebesar Rp 219,7 miliar dari tahun sebelumnya Rp 160 miliar.

Klien terbesar ZINC atau porsinya di atas 10% pendapatan ialah Merlion Resources Holdings Limited Hong Kong.


Perusahaan listing di BEI pada 1 Desember 2017. PT Erdhika Elit Sekuritas saat itu didaulat menjadi penjamin pelaksana emisi IPO (initial public offering).

ZINC melepas 20,75% saham pada harga Rp 140/saham. Dengan aksi korporasi ini, ZINC memperoleh pendanaan sebesar Rp 147 miliar, yang sebesar 80% digunakan sebagai belanja modal, dan sisanya 20% untuk modal kerja.


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading