Volatilitas Tinggi, Saham Mahaka Media Masuk Radar BEI

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
22 April 2019 11:22
Volatilitas Tinggi, Saham Mahaka Media Masuk Radar BEI
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia mengawasi khusus saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) lantaran pergerakan saham perusahaan milik Erick Thohir ini bergerak di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham Mahaka Media, perlu kami sampaikan bahwa Bursa tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," kata Lidia M. Panjaitan, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, dikutip CNBC Indonesia dari situs resmi BEI, Senin (22/4/2019).

BEI meminta investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasi. BEI juga meminta investor mengkaji kembali rencana aksi korporasi Mahaka Media.


Pada perdagangan hari Senin ini (22/4/2019), saham Mahaka amblas 9,82% di level Rp 147/saham dengan nilai transaksi Rp 12,99 miliar dan volume perdagangan 84,17 juta saham. 
Investor tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) pada saham ABBA setelah sempat naik tinggi dalam sebulan terakhir.

Mahaka Media merupakan perusahaan milik pengusaha Erick Thohir yang menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dalam sebuan terakhir, kegiatan Erick Thohir sebagai Ketua TKN, kembali menjadi katalis pergerakan harga saham ABBA.

Investor berharap ABBA akan mendapatkan keuntungan dari posisi Erick tersebut, dengan masuknya iklan ke media dan baliho yang dimiliki ABBA.

Harga saham ABBA dalam sebulan terakhir tercatat naik 77,17% (dari periode 18 Maret 2019 hingga 18 April 2019). Setelah hasil hitung cepat atau quick count diumumkan dengan kemenangan sementara Jokowi-Amin, akhir pekan lalu, saham ABBA kembali melesat.

Namun hari ini, saat Indeks Harga Saham Gabungan mengalami tekanan jual karena aksi profit taking, harga saham ABBA ikut terkoreksi dalam.

Sepanjang tahun lalu, laporan keuangan menunjukkan ABBA masih menderita kerugian bersih mencapai Rp 19,60 miliar. Jumlah ini turun 29% dibandingkan dengan rugi bersih di periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 27,78 miliar.

Pendapatan ABBA turun tahun lalu sebesar 20,57% menjadi Rp 212,84 miliar dari pendapatan sepanjang 2017 sebesar Rp 267,93 miliar.



(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading