Saham Radio Milik Erick Thohir Terbang 22%, Ada Apa?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
30 June 2020 12:30
Mahaka Media Foto: Mahaka Media (mahakamedia.com/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perusahaan media dan radio yang dibangun oleh Menteri BUMN Erick Thohir, PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) tiba-tiba saja memimpin jajaran saham dengan kenaikan harga tertinggi (top gainers) pada Selasa ini (30/6/2020). Saham MARI melesat 21,92% di level Rp 89/saham.

Data perdagangan mencatat, saham MARI ditransaksikan Rp 4,44 miliar dengan volume perdagangan 51,33 juta saham.

Saham anak usaha PT Mahaka Media Tbk (ABBA) ini masih melemah 34,56% dalam sebulan terakhir, dan year to date saham MARI terkoreksi 53%. Asing hari ini masuk Rp 8,9 juta.


Adapun saham ABBA hanya naik 2% di posisi Rp 51/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 140,51 miliar.

Belum ada sentimen kuat dari saham MARI dan ABBA terkecuali laporan keuangan perusahaan per Maret 2020. Sebelumnya Erick menjabat Komisaris Utama di MARI.

Namun Erick Thohir yang diangkat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 pada Rabu (23/10/2019), langsung mengajukan pengunduran diri dari posisinya sebagai komisaris utama di Mahaka Media dan Mahaka Radio Integra.

Pengunduran ini dilakukan Erick satu hari sebelum pelantikannya sebagai menteri BUMN yakni pada 22 Oktober 2019. Saat ini komisaris utama MARI dijabat Rudy Setia Laksmana dan Direktur utama dipegan Adrian Syarkawi.

Mengacu laporan keuangan per Maret 2020, pendapatan bersih Mahaka Radio turun menjadi Rp 23,84 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 29,75 miliar. Tingginya beban membuat perusahaan mencatat rugi bersih Rp 2,69 miliar, dari sebelumnya laba bersih Rp 4,89 miliar.

MARI mengelola sejumlah radio di antaranya PT Radio Attahiriyah, PT Suara Irama Indah, PT Radio Camar, PT Radio Mustang Utama, PT Radio Ramako Djaja Raya, dan PT Mahaka Radio Digital.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, Direktur Keuangan MARI Natalina Sindhikara mengatakan ada dampak dari pandemi Covid-19 ke perusahaan terutama operasional.

"Ya, berdampak pada pembatasan operasional saja, estimasi 3 bulan," katanya.

Dia mengatakan strategi yang ditempuh ialah meningkatkan penjualan digital, mendapatkan non traditional client baru dan memperkuat posisi likuiditas. Adapun jumlah karyawan malah bertambah dari 319 orang (tetap dan tidak tetap) di Desember 2019 menjadi 323 orang saat ini.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Tajir Melintir! Harta 5 Crazy Rich RI Ini Makin Menggunung


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading